Kemensos Bantah Isu Rasisme, Tegaskan Mensos Risma Sayang Papua

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Rabu, 14 Jul 2021 15:31 WIB
Jakarta -

Kementerian Sosial (Kemensos RI) membantah isu rasisme imbas Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengancam memindahkan ASN di Balai Wyata Guna, Kota Bandung, Jawa Barat, ke Papua jika tidak becus dalam bekerja. Kemensos menegaskan Risma sangat menyayangi Papua.

"Tadi pagi kami dialog dengan Ibu Menteri dan Ibu tidak berpikir begitu. Ibu itu sangat sayang dengan Papua itu, beliau itu punya track record sangat baik dengan Papua," kata Dirjen Rehabilitasi Sosial Harry Hikmat di gedung Konvensi TMPN Utama Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (14/7/2021).

Harry mengatakan rekam jejak Risma di tanah Papua tidak diragukan lagi. Risma, kata Harry, bahkan dijuluki 'mamanya Papua' oleh para tokoh dan masyarakat di sana.

"Silakan tanya ke tokoh-tokoh Papua bagaimana seorang Bu Risma itu sudah menjadi 'mamanya Papua' gitu loh. Sekarang pun sebagai posisi sebagai menteri," ucap Harry.

Harry menegaskan rekam jejak Risma telah terlihat saat menjabat Wali Kota Surabaya, Jawa Timur. Harry menyebut kala itu Risma selalu memikirkan masalah di Papua dan turut membantu menyiapkan segala kebutuhannya.

"Dulu sebagai wali kota, beliau suka cerita, bagaimana membantu Papua dia dari Surabaya, apalagi sekarang di Kemensos, banyak sekali masalah kemanusiaan yang harus dihadapi di Papua itu dan Ibu terpanggil menugaskan kita-kita ini untuk bekerja menyiapkan bukan hanya tanggap darurat kalau ada bencana, bahkan sampai pascatanggap darurat," ungkapnya.

Diketahui, Mensos RI Tri Rismaharini mendadak mengumpulkan ASN yang bertugas di Balai Wyata Guna, Kota Bandung, Jawa Barat. Dia kemudian memarahi para ASN tersebut karena tidak bekerja dengan baik.

Pantauan detikcom, Selasa (13/7), belasan ASN tersebut dibariskan oleh Risma di halaman kantor Balai Wyata Guna. Risma mengaku kecewa saat para petugas Tagana berjibaku di dapur umum, para ASN tersebut malah bekerja di dalam kantor.

"Kalau aku bikin di sini (dapur umum), artinya Kementerian Sosial," kata Risma sambil mengangkat telunjuk kepada para ASN.

"Bukan Linjamsos (saja), sehingga tidak ada yang nongol. Ini Kementerian Sosial, kok masih dikotak-kotak kayak gitu," tambah Risma.

Risma meminta para ASN di Balai Wyata Guna membantu teman-teman Tagana di dapur umum agar pekerjaan cepat selesai. Sehingga, kata dia, pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan dengan baik.

"Tolonglah, rakyat susah saat ini. Teman-teman itu masih beruntung, setiap bulan ada gaji. Coba yang jualan di luar, gimana mau ngasih makan mereka kalau masak gitu aja modelnya. Masak telur saja kayak gitu modelnya. Tolong belajar, teman-teman ini bekerja di Kementerian Sosial, paham?" ucap Risma.

Bahkan Risma juga tidak akan segan, jika ada ASN yang tidak becus dalam menjalankan pekerjaannya, akan dipindahkan ke Papua.

"Saya nggak bisa pecat orang, tapi saya bisa pindahin ke Papua," kata Risma.

(whn/fas)