Kementan Akan Latih Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan Bertani

Angga Laraspati - detikNews
Rabu, 14 Jul 2021 12:31 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo
Foto: Dok. Kementan
Jakarta -

Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) berencana akan menggelar berbagai pelatihan pertanian. Latihan ini dilakukan sebagai salah satu upaya pemerintah dalam melahirkan petani baru.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam kesempatan ini menyampaikan pertanian adalah sektor penting, terutama dalam meningkatkan ekonomi nasional. Menurutnya, FKPPI adalah organisasi para pejuang yang memiliki idealisme terhadap kemajuan bangsa termasuk dalam pertanian.

"Pertanian itu hebat, pertanian itu keren. Karena itu, Kementan terbuka bagi pihak mana saja termasuk FKPPI. Kementan siap untuk melatih anggota FKPPI bertani. Tentu pelatihan ini bisa dilakukan jika ada kemampuan disertai motivasi dan spirit berjuang," ujar Syahrul dalam keterangan tertulis, Rabu (14/7/2021).

Setelah mengikuti pelatihan, menurut Syahrul, para petani baru ini nantinya akan diarahkan untuk melakukan cara-cara bertani yang modern hingga membuat inovasi sebagai upaya bersama pemerintah dalam meningkatkan produksi dan membuka lapangan kerja bagi rakyat Indonesia.

"Setelah latihan tentu ada program. Jadi tidak hanya berlatih tapi juga harus ada implementasi. Kemudian, bagi yang bertani harus memenuhi prosedur-prosedur yang ada. Misalnya, punya lahan dengan status yang jelas terkonsolidasi dalam kelompok sehingga bisa menjadi CPCL (calon penerima calon lokasi) program," katanya.

Syahrul mengatakan saat ini Kementerian Pertanian memiliki program Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian sebesar kurang lebih 50 triliun. Anggaran sebesar itu bisa digunakan siapa saja yang memiliki kemauan dan semangat tinggi terhadap dunia usaha tani.

"Kita tidak lagi menggunakan pendekatan bantuan-bantuan. Tapi kita mau melatih petani yang berpikir, menggunakan intelektualnya. Kerja dan berpikir keras untuk kemajuan pertanian Indonesia seperti pemanfaatan skema program KUR," katanya.

Ditambahkan Syahrul, saat ini Indonesia sedang dalam kondisi tidak baik karena pandemi panjang yang tak kunjung berkesudahan, dimana angka yang terpapar COVID-19 semakin ganas dan memprihatinkan.

"Tapi dengan kondisi itu apakah kita harus masuk ke dalam bungker untuk tidak keluar?. Lalu, sampai kapan kita di bunker. Kan, kalau lapar kita pasti harus keluar. Karena itu pilihannya adalah pertanian. Karena itu FKPPI harus membantu rakyat, bangsa dan negara," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum FKPPI Pontjo Sutowo mengapresiasi kinerja sektor pertanian di masa pandemi dibawah komando Syahrul. Menurutnya, sektor pertanian bukan hanya menjadi andalan negara tapi juga menjadi harapan pemulihan ekonomi nasional.

"Harus diakui, sektor pertanian tumbuh terus. Dan bagi FKPPI, pertanian bisa menjadi ujung tombak," pungkasnya.

(akd/ega)