KCI Jawab Keluhan Sopir Pribadi Gagal Naik KRL Meski Bawa Surat dari RT/RW

Yogi Ernes - detikNews
Rabu, 14 Jul 2021 10:12 WIB
VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba
VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba (Sachril Agustin/detikcom)

Terkait keluhan sopir pribadi di Stasiun Bekasi yang akan naik KRL untuk bekerja dengan membawa surat keterangan dari RT/RW, Anne memastikan pihaknya tidak pernah melarang warga untuk beraktivitas. Selama prosedur ketentuan PPKM darurat terpenuhi, setiap warga akan diizinkan menggunakan fasilitas KRL.

"Kita menjalankan aturan PPKM darurat mengingat virus ini semakin meningkat. Selama aktivitasnya berhubungan dengan kegiatan kritikal dan esensial dan membawa salah satu surat di atas pasti diperbolehkan," katanya.

Diberitakan sebelumnya, kewajiban membawa surat tanda registrasi pekerja (STRP) atau surat tugas bagi pengguna KRL kini menjadi salah satu hambatan bagi pekerja harian yang tidak memiliki kantor. Salah satunya dialami oleh Toha (52), seorang warga Bekasi yang berprofesi sebagai sopir pribadi.

Toha telah bekerja sebagai sopir pribadi seorang pensiunan di daerah Tangerang sejak 2010 dan sehari-hari menuju rumah bosnya dengan menggunakan KRL. Tapi, dia sudah tiga hari ini tidak bisa pergi ke tempat kerjanya karena terganjal kebijakan penggunaan STRP.

"Jadi dia (atasannya) juga bingung bikin suratnya gimana, saya juga nggak ngerti apalagi saya sopir kan. Itu doang kendala saya dari kemarin Senin saya nggak bisa masuk (kerja)," kata Toha saat ditemui di Stasiun Bekasi, Rabu (14/7).

Toha mengaku bingung dengan syarat STRP karena tidak bekerja di sebuah perusahaan. Atasannya pun hanya seorang pensiunan saja.

"Jadi kan dia karena udah pensiun jadi kan nggak ada kerjaan. Jadi kerjaannya cuman antar jalan ke sana, ke mana gitu, bukan pekerja dia. Udah nggak ada keperluan yang lain gitu," ucap Toha.


(ygs/fas)