Round-Up

Kasus Hoax Corona Tetap Jalan Meski dr Lois Tak Ditahan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 13 Jul 2021 21:08 WIB
dr Lois Owien selesai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya langsung dibawa ke Bareskrim Polsi, Senin (12/7/2021) malam.
Dokter Lois Owien saat ditangkap polisi. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Kasus dugaan penyebaran hoax terkait Corona yang menjerat dr Lois Owien dipastikan tetap berjalan meskipun Lois kini telah dipulangkan. Polisi menegaskan status tersangka dr Lois tidak gugur.

Informasi mengenai penetapan status tersangka dr Lois sebelumnya disampaikan langsung oleh Kabareskrim Komjen Agus Andrianto. Dokter Lois terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara.

"(Dokter Lois ditetapkan sebagai tersangka) tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dan/atau tindak pidana menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat," ujar Komjen Agus melalui pesan singkat, Senin (12/7/2021).

"Dan/atau tindak pidana dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah dan/atau tindak pidana menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau yang tidak lengkap, sedangkan ia mengerti setidak-tidaknya patut dapat menduga bahwa kabar demikian akan atau mudah dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat," sambungnya.

Komjen Agus menyebut dr Lois dijerat dengan pasal berlapis. Jeratan pasal itu membuat dr Lois terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun.

"Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dan/atau Pasal 14 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dan/atau Pasal 14 ayat (1) Undang-undang Nomor 4 Tahun 1984 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana," imbuh Agus.

dr Lois Dipulangkan

Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, polisi memutuskan tidak menahan dr Lois. Ada sejumlah hal yang menjadi dasar pertimbangan hingga akhirnya diputuskan tidak dilakukan penahanan terhadap dr Lois.

Pertimbangan itu di antaranya penyidik berkesimpulan dr Lois tidak akan mengulangi perbuatannya dan tidak akan menghilangkan barang bukti. Seluruh barang bukti sudah dikantongi polisi. Selain itu, dr Lois tidak akan melarikan diri.

"Oleh karena itu, saya memutuskan untuk tidak menahan yang bersangkutan, hal ini juga sesuai dengan konsep Polri menuju Presisi yang berkeadilan," kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi.

dr Lois Minta Maaf

Dokter Lois kini meminta maaf karena pernyataannya itu telah membuat kegaduhan. Pernyataannya itu mengenai 'kematian yang terjadi di luar sana bukan karena COVID-19, namun interaksi antarobat'.

"Saya mohon maaf atas pernyataan saya, karena pernyataan saya itu sudah membuat kericuhan," ujar dr Lois saat dihubungi detikcom via telepon, Selasa (13/7/2021).

detikcom kemudian bertanya lebih lanjut mengenai apakah dr Lois akan menarik atau mengubah pernyataannya soal virus Corona yang membuatnya jadi tersangka di Bareskrim. Dokter Lois belum mau menanggapi soal hal tersebut.

"Soal yang itu nanti saja. Nanti lebih lanjutnya nanti. Yang jelas karena pernyataan saya itu kan, membuat kegaduhan. Saya minta maaf," tutur dr Lois.

Simak video 'Ancaman 10 Tahun Penjara untuk dr Lois yang Jadi Tersangka':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2