Banjir Landa Sejumlah Desa di Aceh Besar, Warga Ngungsi ke Rumah Tetangga

Agus Setyadi - detikNews
Selasa, 13 Jul 2021 15:34 WIB
Sejumlah warga menyelamatkan barang-barang berharga saat banjir melanda di Desa Lampasie Engking, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Aceh, Jumat (9/7/2021). Banjir yang disebabkan tingginya intensitas hujan itu mengakibatkan puluhan rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air 30 cm - 90 cm dan sebagian warga terpaksa mengungsi kerumah tetangganya. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc.
Ilustrasi Banjir (ANTARA FOTO/SYIFA YULINNAS)
Banda Aceh -

Beberapa desa di Aceh Besar terendam banjir luapan akibat diguyur hujan deras. Sejumlah warga memilih mengungsi ke rumah tetangga atau kerabat.

"Sekarang tidak ada lagi pengungsi di titik pengungsian," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar Farhan AP saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (13/7/2021).

Dia menyebutkan, beberapa titik yang masih terendam air adalah Desa Garot, Gue Gajah, dan kompleks Vila Buana. Air masih menggenangi ketiga lokasi.

Menurutnya, warga di Desa Garot dan Gue Gajah memilih mengungsi ke rumah saudara atau tetangga. Sementara di Vila Buana, beberapa masyarakat mengungsi pada malam hari.

"Kalau untuk air umumnya masih tergenang, tapi sudah mulai surut," jelas Farhan.

Farhan menjelaskan, pihaknya berencana melakukan penyedotan bila air tidak kunjung surut. Di sana, jelasnya, memang daerah langganan banjir.

"Setiap tahun banjir kalau di sana," ucap Farhan.

Sementara itu, Bupati Aceh Besar Mawardi Ali meminta warga di Gue Gajah selalu siaga saat curah hujan tinggi. Dia meminta warga tidak membuang sampah ke sungai.

"Sungai ini harus kita jaga bersama, jangan membuang sampah ke sungai yang bisa mengakibatkan gorong-gorong kecil tersumbat dan selalu siap siaga menghadapi banjir bila terjadi curah hujan yang tinggi," kata Mawardi dalam keterangannya.

"Daerah ini merupakan daerah yang padat penduduk, dan untuk itu kita akan lakukan normalisasi kembali terhadap sungai, walaupun beberapa tahun yang lalu sudah dilakukan," sambungnya.

(agse/dwia)