Nama Gubernur Dicatut untuk Minta Bantuan Masjid, Pemprov Riau: Itu Penipuan

Raja Adil Siregar - detikNews
Sabtu, 10 Jul 2021 11:03 WIB
Gubernur Riau, Syamsuar pertama kali memimpin rapat awal tahun
Foto Guberunur Riau Syamsuar (Foto: dok. Humas Pemprov Riau)
Pekanbaru -

Nama Gubernur Riau Syamsuar dicatut oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Nama orang nomor satu di Riau itu dicatut untuk menipu warga dengan meminta bantuan proposal masjid di Pekanbaru.

Kepala Dinas Kominfo Riau Chairul Riski mengatakan beberapa hari terakhir ada permintaan proposal bantuan di Masjid Al-Fallah Darul Muttaqin. Pengirim mengaku sebagai utusan langsung Gubernur Riau.

"Benar, ada orang kirim pesan menyebut utusan Pak Gubernur Riau. Dia meminta pengajuan proposal dari Masjid Al Falah," ujar Chairul Riski kepada detikcom, Sabtu (10/7/2021).

Riski menyebut nantinya proposal itu akan dikirimkan kepada Gubernur agar bantuan dapat segera dicairkan. Faktanya, Gubernur tidak pernah mengutus orang untuk urusan bantuan tersebut.

"Dia bilang proposal itu akan diajukan kepada Gubernur Riau supaya dana bisa dicairkan. Faktanya, pengirim pesan itu bukan utusan Gubernur, tentu berpotensi penipuan," ucap Riski.

Riski mengingatkan pengurus masjid di Riau waspada jika ada yang mengaku-aku sebagai utusan Gubernur. Terutama menawarkan bantuan untuk mempermudah urusan ke Gubernur Riau lewat proposal bantuan.

"Kita khawatir proposal itu disalahgunakan untuk melakukan penipuan. Makanya kami imbau untuk pengurus mesjid di Pekanbaru jangan mudah percaya dan untuk bantuan masjid pengurus dapat koordinasi dengan Biro Kesejahteraan Rakyat Sekda Pemprov Riau," katanya.

Sementara itu, pengurus Masjid Al Falah Darul Muttaqin, Jalan Sumatera Pekanbaru, Toni, mengaku menerima pesan tersebut. Pesan via WhatsApp itu berasal dari seorang yang mengaku utusan Gubernur Riau.

"Benar, Kamis kemarin ada orang bilang mau menyampaikan amanah dari Gubernur Riau Bapak Syamsuar untuk menyalurkan donasi atau sedekah ke Masjid Al Falah Darul Muttaqin dan Asrama Yatim Piatu Al Amin. Dia meminta kesediaan pengurus masjid menerima, membantu melangsungkan sesuai amanah beliau," ucap Toni.

Merasa curiga, pengurus langsung menghubungi Chairul Riski untuk mengklarifikasi hal tersebut. Riski pun menyampaikan kepada Toni bahwa informasi itu hoax.

"Saya sudah tanyakan langsung masalah ini kepada Kepala Diskominfotik Riau Pak Riski kalau informasi ini tak benar atau hoax," jelas Toni.

(ras/zap)