Eijkman Berduka, Peneliti Garda Terdepan Corona Meninggal Akibat Covid-19

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 09 Jul 2021 21:23 WIB
Instagram Lembaga Eijkman
Foto: Instagram Lembaga Eijkman
Jakarta -

Lembaga Eijkman berduka. Salah satu peneliti Eijkman yang juga jadi garda terdepan penanganan Corona, Aris Supriyanto, meninggal karena virus tersebut.

Kabar duka ini disampaikan Lembaga Eijkman lewat akun Instagram resmi mereka, Jumat (9/7/2021). Aris adalah peneliti yang sudah 13 tahun berkarya di Eijkman.

Kiprahnya tak main-main. Pria yang lahir pada 30 April 1974 ini berperan penting dalam penanganan pandemi sebelumnya, yaitu avian influenza (flu burung).

"Mas Aris menjadi garda terdepan dalam penanganan COVID-19 sebagai High Containment Laboratory Engineer namun gugur terdampak penyakit COVID-19. Mas Aris menambah daftar para pahlawan kemanusiaan yang membaktikan hidupnya untuk sesama," tulis Lembaga Eijkman.

Ada pesan terselip dari gugurnya Aris Supriyanto. Pandemi Corona tidak melihat usia, status, ataupun pekerjaan. Eijkman pun mengajak masyarakat terus memperketat prokes.

"Selamat jalan, Mas Aris. Kiranya amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT. Izinkan kami melanjutkan estafet perjuanganmu," tulis Lembaga Eijkman.

Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman selama ini memiliki sederet peran dalam penanganan pandemi Corona di Indonesia. Salah satunya mengembangkan vaksin Merah Putih.

(imk/mae)