58 Sapi-Kuda di Bulukumba Sulsel Hanyut Diseret Banjir Bandang

Hermawan Mappiwali - detikNews
Jumat, 09 Jul 2021 10:23 WIB
Ternak warga hanyut dibawa banjjr bandang di Bulukumba, Sulsel (dok. Istimewa).
Ternak warga hanyut dibawa banjjr bandang di Bulukumba, Sulsel. (Foto: dok. Istimewa)
Bulukumba -

Sebanyak 58 ekor ternak warga berupa sapi dan kuda di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), hanyut akibat banjir. Sebanyak 32 ekor di antaranya telah ditemukan dalam keadaan mati, sementara sisanya hilang.

"Berdasarkan laporan dan asesmen teman-teman di BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), kurang-lebih 57 ekor sapi tambah 1 ekor kuda (total 58) yang ternak warga terbawa arus banjir," ujar Kepala BPBD Bulukumba Akrim Andi Amir saat dihubungi detikcom, Jumat (9/7/2021).

Amir mengatakan puluhan ternak warga tersebut hanyut di daerah aliran Sungai Bijawang, yang mengaliri Desa Bijawang dan Kelurahan Dannuang, Kecamatan Ujung Loe, pada Kamis (8/7).

"Kan intensitas hujan tinggi, sementara kejadian banjirnya jam 3 Subuh, di mana ternak-ternak masyarakat itu dia ikat di bibir sungai sehingga dia tidak sempat ambil," ungkap Amir.

Masyarakat setempat baru bisa mengecek ternak-ternak mereka pada keesokan harinya saat banjir surut. Sayangnya, ternak warga telah hilang diseret banjir hingga ada juga yang ditemukan dalam keadaan mati.

"Ada yang ditemukan, sebagian, kurang-lebih 32 yang ditemukan dalam keadaan mati. Sisanya belum ditemukan," kata dia.

Warga setempat, kata Amir, memang kerap menambatkan hewan ternaknya di daerah aliran sungai (DAS). Hal tersebut menjadi alasan utama mengapa banyak ternak warga yang terseret banjir.

"Memang sering diikat di pinggir sungai karena di sana kan banyak makanan ternak, rumput, dan kejadian dini hari jam 3, maka tidak sempat lagi diselamatkan," katanya.

Amir mengatakan pihaknya bakal segera memperbarui data ternak warga yang terseret banjir di sejumlah wilayah lain. Dia menyebut ada sejumlah sungai yang juga meluap di wilayahnya.

"Yang masih terdata di kami baru dua itu (Desa Bijawang dan Kelurahan Dannuang), sementara ini," katanya.

"Kan itu data bergulir terus, karena laporan masuk terus. Masuk terus data ini," imbuhnya.

Selain itu, kata Amir, pihaknya akan segera melaporkan data tersebut ke sejumlah dinas terkait untuk menindaklanjuti kerugian yang dialami warga.

"Di samping pendataan tersebut, kami akan berkoordinasi ke dinas terkait, termasuk ke Dinas Peternakan," katanya.

(hmw/nvl)