Round-Up

Puluhan Miliar Kapal Sitaan ASABRI Laku Meski Digugat di Pengadilan

Tim Detikcom - detikNews
Kamis, 08 Jul 2021 23:24 WIB
Kapal LNG Aquarius milik tersangka dugaan korupsi Asabri, Presiden Trada Alam Minera Heru Hidayat yang disita Kejaksaan (Foto: dok. Istimewa)
Kapal LNG Aquarius milik tersangka dugaan korupsi ASABRI, Presiden Trada Alam Minera Heru Hidayat yang disita Kejaksaan (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) berhasil melelang 5 kapal dari total 17 yang disita di kasus dugaan korupsi ASABRI senilai puluhan miliar. Aset barang sitaan ini tetap laku meski digugat ke pengadilan.

Awalnya Kejaksaan Agung (Kejagung) akan melelang 17 kapal tug hingga barge dari sitaan kasus korupsi PT ASABRI. Kapal-kapal tersebut milik tersangka korupsi ASABRI, Heru Hidayat. Keberatan dengan hal itu, ada perusahaan swasta yang mengajukan gugatan ke PTUN Jakarta.


Jaksa Agung Digugat karena Sita dan Lelang Kapal Tersangka ASABRI

Jaksa Agung ST Burhanuddin digugat PT Jelajah Bahari Utama karena menyita 13 kapal dalam kasus ASABRI. Selain menyita, kapal-kapal itu dilelang sehingga dinilai merugikan PT Jelajah Bahari Utama.

Gugatan itu didaftarkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PTUN Jakarta, Senin (28/6/2021), gugatan itu terdaftar dengan nomor 151/G/2021/PTUN.JKT.

Berikut ini gugatan PT Jelajah:
- Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya;
- Menyatakan Mencabut Surat Perintah Penyitaan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-70/F.2/Fd.2/03/2021 Tanggal 08 Maret 2021 dan Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: KEP-X-149/C/Kpa.5/05/2021 tanggal 07 Mei 2021, tentang Pemberian Izin untuk Menjual Lelang Benda Sitaan Dugaan Perkara Tindak Pidana Korupsi atas nama Tersangka Heru Hidayat, dkk.
- Menyatakan Tindakan yang dilakukan oleh Tergugat dalam proses Penyitaan dan Lelang adalah Perbuatan Melawan Hukum oleh Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan;
- Menyatakan tidak sah dan/atau batal demi hukum atau setidak-tidaknya tidak mempunyai kekuatan hukum tindakan Tergugat yang melakukan penyitaan atas aset Penggugat
- Menghukum Tergugat membayar seluruh biaya perkara yang timbul dalam perkara ini

Pihak perusahaan PT Jelajah Bahari Utama dan PT Trada Alam Minera lalu meminta masyarakat agar tidak ikut lelang karena proses lelang masih dalam sengketa.

"Bahwa klien kami adalah pemilik kapal yang akan dilelang, dan tidak terkait dengan tindak pidana atau pun tidak merupakan barang yang diperoleh dari hasil tindak pidana yang diduga dilakukan oleh Heru Hidayat. Apalagi aset-aset tersebut masih dalam status jaminan hipotek! Maka upaya kejaksaan dan KPKNL melakukan lelang adalah tindakan ilegal," kata kuasa hukum kedua perusahaan tersebut, Haris Azhar kepada wartawan, Jumat (1/7/2021).

Haris menambahkan, semua barang diperoleh oleh kliennya berdasarkan hasil usaha sendiri dan tidak terkait dengan Heru Hidayat. Aset kapal itu sudah diperoleh jauh sebelum waktu penyidikan dilakukan.

Sehubungan dengan hal tersebut, lanjut Haris, pihaknya memberitahukan dan memperingatkan kepada masyarakat umum untuk tidak mengikuti lelang tersebut.

"Ini dilakukan untuk menghindari tuntutan hukum di kemudian hari dari klien kami agar berhati-hati untuk tidak membeli kapal dari lelang yang akan dilaksanakan oleh pihak Kejaksaan Agung RI tersebut, karena kami telah mengajukan upaya hukum atas rencana lelang tersebut," tegas Haris.

Meski begitu Kejagung tetap melaksanakan lelang terhadap kapal yang disita dalam kasus korupsi ASABRI, berapa hasilnya? Selengkapnya di halaman berikutnya.