Viral Akses ke Rumah Warga di Sumsel 8 Bulan Ditutup Tembok Developer

M Syahbana - detikNews
Kamis, 08 Jul 2021 15:14 WIB
Screenshot video viral jalan ke rumah warga ditutup tembok di Sumsel (dok. Istimewa)
Foto: Screenshot video viral jalan ke rumah warga ditutup tembok di Sumsel (dok. Istimewa)
Palembang -

Video berisi keluhan seorang wanita paruh baya di Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel), soal akses jalan ke rumahnya ditutup tembok oleh pengembang atau developer perumahan viral. Hal itu sudah terjadi selama 8 bulan.

Dilihat detikcom, Kamis (8/7/2021), dalam video itu terlihat tembok sekitar 1 meter berdiri tepat di depan halaman rumah warga tersebut. Rumah tersebut berada di Desa Gunung Ibul, Prabumulih Timur.

"Lapor, ke mana kami harus mengadu. Kasihan teman ku ini teraniaya, rumahnya dipagar tidak boleh lewat oleh developer karena tidak membeli perumahan di developer. Dia membeli rumah di belakang developer," kata wanita dalam rekaman video tersebut.

Wanita yang merekam video mengaku pihaknya sudah melaporkan hal tersebut ke ketua RT dan kelurahan setempat, tapi belum ada solusi. Dia berharap masalah tersebut segera tuntas.

"Kami sudah ngadu ke pihak kelurahan RT tapi tidak ada yang menanggapi karena kami tidak punya apa-apa, tidak punya kekuatan. Tolong kepada HAM (Komnas HAM) ke mana kami harus mengadu," tuturnya.

Dia mengatakan ada warga setempat yang memberikan jalan ke warga yang akses jalannya tertutup tembok developer itu. Namun saat ini, jalan itu juga dipasangi pagar kayu dan bambu oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

"Kemarin sudah ditembok kami ngalah, terus dikasih sedikit jalan oleh warga. Sekarang malah jalan tersebut dipasangi pagar juga. Kira-kira ke mana kami bisa mengadu," katanya.

Lurah Gunung Ibul, Fitriadi, membenarkan rumah tersebut ditutup tembok oleh pihak developer. Dia menyebut pemilik rumah yang merupakan wanita paruh baya itu sudah hampir 8 bulan tinggal di sana dengan posisi akses jalan tertutup tembok.

"Memang benar rumahnya ditutupi pagar sudah hampir 8 bulan," kata Fitriyadi.

Dia mengatakan pihaknya masih berupaya melakukan mediasi. Dia berharap ada solusi yang segera didapat.

"Kita hingga saat ini masih melakukan mediasi dengan pihak terkait mudah-mudahan segera ada jalan keluarnya," kata dia.

(haf/haf)