Suara Mahasiswa

BEM KM Unnes Ngaku Diminta Hapus Kritik ke Ma'ruf-Puan oleh Pejabat Kampus

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 07 Jul 2021 19:11 WIB
Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), Fathur Rokhman, Rabu (24/7/2019).
Kampus Unnes (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)


Jawaban atas Kritik terhadap Ma'ruf dan Puan

Menanggapi sindiran 'King of Silent' ini, juru bicara Wakil Presiden Masduki Baidlowi menyebut para mahasiswa tidak melihat secara utuh tugas yang telah dilakukan oleh Ma'ruf Amin.

"Saya ingin tegaskan bahwa apa yang dikemukakan oleh teman-teman mahasiswa, para pengamat yang secara parsial melihat, tak melihat secara utuh melihat duduk persoalan sebenarnya dengan baik," ujar Masduki dalam konferensi persnya, Rabu (7/7/2021).

Masduki menilai kritik yang diberikan terkait kinerja Ma'ruf perlu ada pembandingnya. Menurutnya, pendapat atau hasil survei dari lembaga yang kredibel perlu dilihat.

Sementara itu, politikus PDIP Arteria Dahlan mengaku prihatin terhadap mahasiswa yang mudah memberikan stigma kepada seseorang, khususnya Puan selaku kepala lembaga tinggi negara. Arteria meyakini julukan sindiran yang disematkan BEM KM Unnes untuk Puan tidak berdasarkan kajian.

"Saya dulu pernah mahasiswa. Zaman saya dulu, untuk kita bersikap (belum turun ke jalan) harus melalui rangkaian diskusi-diskusi yang melibatkan kegiatan riset, kajian, dan uji publik. Nggak seperti sekarang, value-nya jauh berbeda. Apalagi berlindung di balik kata 'mengkritik'. Padahal sudah patut diduga itu bukan kritik, tapi ada indikasi sengaja menista," kata Arteria kepada wartawan, Rabu (7/7).


(rdp/imk)