detik's Advocate

Saya Mau Buka Kafe Kecil-kecilan, Apakah Memutar Lagu Harus Bayar Royalti?

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 07 Jul 2021 09:50 WIB
Ilustrasi foto dari Getty Images.
Foto ilustrasi (Dok. Gettyimages)
Jakarta -

Penghargaan atas hak cipta menjadi kewajiban setiap masyarakat agar industri terkait terus bisa maju dan berkembang. Salah satunya menghargai hak cipta musik. Lalu, haruskah membayar royalti musik bila memutar lagu di kafe?

Pertanyaan tersebut disampaikan pembaca detik's Advocate, sebagai berikut:

Halo detik's Advocate

Perkenalkan, saya Vio, tinggal di Bekasi. Saat ini sedang merintis membuat kafe kecil-kecilan dengan teman kampus. Rencananya kami akan memutar lagu-lagu populer, jazz atau blues di kafe kami nantinya. Tujuannya agar tamu kafe nyaman makan dan minum di tempat kami.

Tapi apakah benar harus bayar royalti?

Terimakasih

Wasalam

Jawaban:

Terimakasih Vio atas pertanyannya. Kami ucapkan selamat dan semoga usahanya nanti sukses dan kafenya ramai.

Berdasarkan UU Hak Cipta yaitu UU No. 28 tahun 2014 mengatur dalam pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (UU Hak Cipta), pengertian hak cipta adalah:

Hak Cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dalam Penjelasan Pasal 4 UU Hak Cipta, Hak ekslusif adalah hak yang semata-mata diperuntukkan bagi pemegangnya sehingga tidak ada pihak lain yang boleh memanfaatkan hak tersebut tanpa seizin pemegangnya.

Hak ekslusif terdiri dari hak moral dan hak ekonomi. Hak moral diatur dalam Pasal 5 UU Hak Cipta, yaitu:
1. Hak moral sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 merupakan hak yang melekat secara abadi pada diri Pencipta untuk:
a. tetap mencantumkan atau tidak mencantumkan namanya pada salinan sehubungan dengan pemakaian Ciptaannya untuk umum;
b. menggunakan nama aliasnya atau samarannya;
c. mengubah Ciptaannya sesuai dengan kepatutan dalam masyarakat;
d. mengubah judul dan anak judul Ciptaan; dan
e. mempertahankan haknya dalam hal terjadi distorsi Ciptaan, mutilasi Ciptaan, modifikasi Ciptaan, atau hal yang bersifat merugikan kehormatan diri atau reputasinya.

2.Hak ekonomi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 UUHC jo Pasal 9 UUHC merupakan hak eksklusif Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mendapatkan manfaat ekonomi atas Ciptaan. Di antaranya:
a. penerbitan Ciptaan;
b. Penggandaan Ciptaan dalam segala bentuknya;
c. penerjemahan Ciptaan;
d. pengadaptasian, pengaransemenan, atau pentransformasian Ciptaan;
e. Pendistribusian Ciptaan atau salinannya;
f. pertunjukan Ciptaan;
g. Pengumuman Ciptaan;
h. Komunikasi Ciptaan; dan
i. penyewaan Ciptaan.

Apabila ingin menikmati hak ekonomi atas suatu ciptaan orang lain agar tidak melanggar hak cipta, maka perlu memperoleh izin (lisensi) dari pencipta/pemegang hak cipta.

Selanjutnya >>>

Lihat juga Video: Soal PP Royalti Hak Cipta, Ardhito Pramono Harap Hak Musisi Dihargai

[Gambas:Video 20detik]