Target dari Jokowi, Sri Mulyani: Vaksinasi Dijalankan Pagi, Siang, Malam

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Selasa, 06 Jul 2021 08:05 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hadir dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI. Rapat itu membahas pagu indikatif Kementerian Keuangan dalam RAPBN 2022
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan penanganan COVID-19 masih akan sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia di Semester II tahun ini. Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi menjadi salah satu elemen yang kritikal.

"Untuk itu, kecepatan imunitas yang bisa dimunculkan di masyarakat melalui vaksinasi menjadi syarat yang penting dan juga pelaksanaan protokol kesehatan. Sehingga kondisi dari COVID-19 tetap bisa dikendalikan, namun pemulihan ekonomi juga tetap bisa dipertahankan," ujarnya dikutip dari laman Setkab, Selasa (6/7/2021).

Hal ini dia ungkapkan usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna (SKP) Realisasi Semester I dan Prognosis Semester II Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melalui konferensi video, Senin (5/7).

Dia menuturkan pemerintah akan terus mengakselerasi gelaran vaksinasi dengan target 181,5 juta penduduk Indonesia untuk mencapai kekebalan komunal atau herd immunity. Target vaksinasi harian pun akan terus ditingkatkan secara berkala bahkan hingga mencapai 3 juta dosis per hari.

"Ini sebuah target yang luar biasa tinggi dan Bapak Presiden (Jokowi) tadi menyampaikan bahwa kerja bersama, kerja sama seluruh pihak harus dilakukan untuk meningkatkan target vaksinasi ini. Diminta supaya vaksinasinya bisa dijalankan bahkan pagi, siang, dan malam hari dengan menggunakan seluruh sumber daya, baik yang ada di kementerian, lembaga, TNI, Polri, BKKBN, sampai kepada seluruh dinas dan pemerintah daerah," jelasnya.

Keberhasilan pelaksanaan vaksinasi ini, kata dia, tak hanya akan dapat menciptakan kekebalan komunitas dalam menghadapi COVID-19 tetapi juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Inilah yang akan menjadi syarat penting untuk kita bisa terus menjaga ketahanan masyarakat dari COVID-19, namun, di sisi lain kemudian pemulihan ekonomi bisa dijaga atau dipertahankan momentumnya," pungkasnya.

Sebagai informasi, untuk menekan penyebaran pandemi COVID-19 masyarakat diminta untuk tetap #ingatpesanibu dengan #mentaatiprotokolkesehatan dan juga mengikuti #vaksinasi. Pasalnya #vaksinmelindungikitasemua dari penyebaran pandemi COVID-19 yang masih masif di Tanah Air.

Tonton Video: Prediksi Menkes soal Herd Immunity Covid-19 di Indonesia

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)