Pulang Kampung, Pekerja Migran dari Hong Kong Sukses Jadi BNI Agen46

Yudistira Imandiar - detikNews
Senin, 05 Jul 2021 16:05 WIB
agen46 BNI
Foto: BNI
Jakarta -

BNI memberikan pendampingan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI), terutama bagi para PMI perempuan. Para PMI bisa memperoleh akses permodalan dari BNI.

Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati mengatakan setelah mengikuti pelatihan dan pendampingan dari BNI, para purna PMI yang baru merintis usaha dapat mengajukan pinjaman KUR Super Mikro, Mikro, dan KUR Kecil tanpa jaminan.

Sementara itu, bagi para Purna PMI yang telah memiliki usaha dan berjalan dalam 6 bulan lamanya, dapat memperoleh modal usaha dari BNI dengan plafon sampai Rp 500 juta. dalam Hal itu disampaikan Adi Sulistyowati yang akrab disapa Susi dalam Webinar Srikandi Diaspora Lompat Lebih Tinggi bersama BNI Hong Kong di Jakarta

"Sebagai salah satu dari Srikandi BNI, saya berharap dukungan ini dapat turut memajukan Perempuan Indonesia termasuk para PMI dan purna PMI. PMI dan purna PMI merupakan sekumpulan perempuan hebat yang layak disebut pahlawan tidak hanya bagi keluarga melainkan juga untuk negara. Srikandi BNI berkomitmen untuk menjadi support system bagi sesama perempuan Indonesia yang tetap bekerja dan berkarya di tengah pandemi COVID-19," ujar Susi dikutip dalam keterangan tertulis, Senin (5/7/2021).

Salah seorang Purna PMI dari Hong Kong Winda Budiyani yang kini berwirausaha dan menjadi BNI Agen46 mengaku memperoleh banyak manfaat dari pelatihan bisnis kewirausahaan yang diberikan BNI usai pulang ke Indonesia.

"Saya jadi nasabah BNI Hong Kong pada 2016, selama menjadi nasabah BNI, saya diberikan pelatihan keterampilan oleh BNI Hong Kong. Saya diajarkan banyak hal diantaranya tata rias, wirausaha, dan memasak," kata Winda.

Selama bekerja di Hong Kong, lanjut Winda, dirinya menabung untuk membangun modal usaha di Indonesia. Setelah pulang, ia pun memulai usaha dan menjadi BNI Agen46.

"Uang yang ditabung saya transfer lewat BNI Hong Kong ke Ibu saya untuk dibukakan usaha pertama di Indonesia. Pertama, saya membuka toko sembako, kemudian toko perabot, dan sekarang warung makan," kisah Winda.

Winda bercerita, perjuangan yang dilaluinya tidak mudah, namun kini dirinya sukses menjadi BNI Agen46, sekaligus berkontribusi dalam program bantuan sosial (bansos) pemerintah serta bisa memperoleh pendapatan tambahan dengan menjadi Agen46.

"Sebagai BNI agen46, proses pembayaran jadi mudah dan transaksi gak perlu pergi jauh, apalagi di daerah Wonosobo cukup jauh dari kota. Agen saya jadi bisa melayani masyarakat sekitar dan membantu pemerintah dalam pencairan bansos, penerima bansos juga bisa berbelanja di Agen46," ungkap Winda.

Winda berterima kasih kepada Tim BNI yang terus memberikan pendampingan sehingga ia bisa mandiri menjadi BNI Agen46 di Wonosobo.

Sebagai informasi, sampai dengan Mei 2021 BNI telah menyalurkan KUR PMI sebesar Rp 12,77 miliar, dengan penyaluran untuk PMI Hong Kong sebesar Rp 3,89 Miliar atau 30% dari total penyaluran. Selain pembiayaan, BNI juga mendorong para Purna PMI untuk menjadi Agen46 yang tentunya selain memperluas jangkauan layanan perbankan bagi masyarakat sekitar, juga dapat memberikan tambahan penghasilan. Sementara itu, bagi rekan-rekan yang masih aktif sebagai PMI juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjadi Agen Digital BNI.

(mul/mpr)