Viral Cerita Dokter Swab Keluarga Usai Kondangan, 10 Balita Positif Corona

ADVERTISEMENT

Viral Cerita Dokter Swab Keluarga Usai Kondangan, 10 Balita Positif Corona

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 05 Jul 2021 08:55 WIB
Ilustrasi Tes Swab
Foto ilustrasi swab tes. (Mindra Purnomo/detikcom)
Jakarta -

Cerita seorang dokter yang mengaku telah melakukan tes swab kepada sebuah keluarga besar dan 10 balita positif viral di media sosial. Keluarga besar itu disebut telah menghadiri acara kondangan.

Cerita tersebut dituturkan oleh seorang dokter bernama Febrian melalui akun Twitter-nya, @actempramu, pada Minggu (5/7/2021). Dia mengaku mendapati 10 balita positif usai di-swab. Sedangkan orang tua mereka disebut bingung mencari rumah sakit rujukan.

detikcom telah mendapat izin untuk mengutip cuitan tersebut. Dokter Febrian mengaku peristiwa ini terjadi di Surabaya.

"Ngeswab keluarga besar yang abis kondangan. Voila bayi dan balita 10 positif semua dan bergejala sedang. Ortunya bingung cari rujukan. Rasa nggak enak pada keluarga lebih tinggi dari keselamatan keluarga sendiri. Mengorbankan kesehatan keluarga demi acara nikahan yang nggak penting," tulis dr Febrian.

Tak lama setelah mengabarkan hasil swab tersebut, dia mengatakan ada satu anak yang berada di ambang kematian alias death on arrival (DOA).

"Innalilahi wa inna ilaihi rajiuun. Salah satu keluarga besar tersebut anaknya DOA (death on arrival) datang ke IGD saat isoman dan sekarang bapaknya berjuang dapat kamar di rs rujukan dengan saturasi 40% plus komorbid GERD. Ibunya alhamdullilah saturasi 98 dan sehat," ungkapnya.

Lihat juga video 'IDAI Kritisi Rendahnya Testing COVID-19 Pada Anak: Irit-irit!':

[Gambas:Video 20detik]



Dia pun mengingatkan bahwa anak tidak paham dan tak berkuasa atas dirinya di dalam keluarga. Menurutnya, peran edukasi soal COVID-19 merupakan tanggung jawab orang dewasa.

"Ingat, anak itu tidak paham dan nggak punya kuasa atas diri sendiri kalau di dalam keluarga. Bapak ibu dan orang dewasa memiliki peran edukasi ini agar paham jika covid itu nyata dan berbahaya untuk mereka. Cluster keluarga itu membuat resah. Kalo dah gini tinggal penyesalan aja," tuturnya.

Untuk diketahui, per Minggu (5/7), ada 66 kasus baru Corona di Kota Surabaya. Sedangkan yang sembuh ada 37 orang dan 2 orang meninggal dunia. Kasus Corona kumulatif Surabaya mencapai 25.672 kasus.

(rdp/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT