Formappi Kritik Guspardi Ogah Karantina Usai dari LN: Melecehkan!

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 02 Jul 2021 18:06 WIB
Lucius Karus
Lucius Karus (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) tak habis pikir dengan anggota DPR RI Guspardi Gaus yang tak mau karantina setelah melakukan perjalanan dari luar negeri. Formappi menilai Guspardi Gaus melecehkan jabatannya sebagai wakil rakyat.

"Sulit memahami bagaimana seorang anggota DPR seperti Guspardi ini bisa-bisanya menolak menjalani karantina setiba dari luar negeri. Sebagai anggota DPR, ia tentu saja mestinya paling paham dengan aturan terkait kekarantinaan dan aturan-aturan lain terkait penanganan pandemi. Selain itu, sebagai wakil rakyat, Guspardi juga mestinya memahami bahwa dengan posisinya itu, ia menjadi pusat perhatian sekaligus teladan bagi warga masyarakat," kata peneliti dari Formappi, Lucius Karus, kepada wartawan, Jumat (2/7/2021).

"Maka penolakan menjalani karantina yang dilakukan Guspardi tentu saja sesuatu yang tidak terpuji, sesuatu yang melecehkan posisinya sebagai wakil rakyat," imbuhnya.

Kini, menurut Lucius, kepada siapa lagi masyarakat mesti mencari contoh soal bagaimana harus berdisiplin menjalankan protokol kesehatan jika anggota DPR saja bisa tak patuh. Oleh sebab itu, kata Lucius, seharusnya penolakan Guspardi Gaus mesti ditindaklanjuti secara hukum, etis, dan politis.

"Secara hukum kepolisian mestinya berinisiatif melakukan penyelidikan terkait dugaan pelanggaran UU Kekarantinaan Kesehatan. Sebelumnya, di Kabupaten Tegal, seorang anggota DPRD diproses menggunakan UU Kekarantinaan ketika menggelar dangdutan di masa pandemi. Harusnya tindakan serupa bisa diproses terhadap Guspardi ketika abai dengan ketentuan kekarantinaan," ujarnya.

Secara etik, Lucius menjelaskan bahwa kewajiban MKD DPR untuk memastikan marwah DPR tak dirusak oleh aksi-aksi menyimpang anggotanya. Secara politik, parpol asal Guspardi yakni Fraksi PAN perlu menyatakan sikap tegasnya untuk menilai tindakan Guspardi sekaligus memberikan sanksi yang diperlukan agar tindakannya tak ikut menggerus citra PAN.

"Penolakan Guspardi nampak tak punya alasan yang meyakinkan. Ia menunjukkan kekonyolan ketika alasan-alasan yang dia sampaikan terkesan mengada-ada. Alasan bahwa karantina hanya bagi mereka yang menetap lama di luar negeri menelanjangi ketakpahaman Guspardi pada cara kerja COVID yang tak perlu waktu lama untuk menularkan virus dari satu orang ke orang lainnya," ucapnya

Alasan lain, yakni Guspardi Gaus ingin mengikuti sidang di DPR, menurut Lucius, sama konyolnya. Guspardi, kata Lucius, seolah-olah lupa bahwa persidangan di DPR dapat dihadiri secara virtual.

"Dengan penolakan Guspardi ini juga terlihat bagaimana sih sesungguhnya posisi DPR dalam upaya menangani pandemi ini. Sejak awal tak terlihat peran DPR sebagai pejuang di garda terdepan untuk memikirkan solusi penanganan COVID-19. Mereka seperti penumpang gelap yang justru mau mengambil untung di tengah krisis karena pandemi ini. Kerja dua tim bentukan DPR tak terdengar hasilnya," sebut Lucius.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya:

Simak Video: Ogah Dikarantina Usai dari LN, Guspardi Gaus Kena Tegur Ketua Fraksi

[Gambas:Video 20detik]