Kasus COVID-19 Aktif di Maluku Tembus 1.031, Ruangan RSUD Ambon Penuh

Muslimin Abbas - detikNews
Jumat, 02 Jul 2021 16:26 WIB
Poster
Ilustrasi COVID-19 (Edi Wahyono/detikcom)
Ambon -

Kasus COVID-19 yang terkonfirmasi aktif di Provinsi Maluku tembus 1.031. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr M Haulussy Ambon yang menjadi salah satu rujukan pasien COVID-19 di Maluku penuh.

"(RSUD dr Haulussy) Yang full untuk isolasi," ujar juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Maluku dr Adonia Rerung dalam keterangannya, Jumat (2/7/2021).

Meski ruangan isolasi pasien COVID-19 di RSUD dr M Haulussy penuh, rumah sakit lainnya di Kota Ambon yang menjadi rujukan pasien COVID-19 masih tersedia untuk isolasi pasien COVID-19.

"RSUP Laimena yang masih kosong, Rumah Sakit Angkatan Laut masih ada, kemudian RST masih ada," katanya.

"Memang RSUD (dr M Haulussy) saja yang penuh, tidak banyak dan kapasitasnya terbatas. Saya tidak hafal betul jumlah kapasitasnya berapa, tapi kita komunikasi dengan dokter ahli menyatakan sudah penuh," lanjutnya.

Hingga Jumat (2/7) Satgas COVID-19 Maluku mencatat total kasus COVID-19 di Maluku mencapai 8.895, dimana 7.720 orang dinyatakan sembuh, 144 meninggal dunia, dan 1.031 masih dalam perawatan atau terkonfirmasi aktif COVD-19.

Sekda Maluku Asrul Selang Positif COVID-19

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku Asrul Selang terkonfirmasi positif COVID-19. Asrul sebelumnya sempat mengikuti kegiatan pelepasan dokter.

"Saya juga hadir waktu itu, yaitu kaitan dengan pelepasan dokter yang usai pendidikan untuk bertugas di kabupaten/kota. Pagi itu beliau (sekda) pergi rapid antigen hasilnya positif lalu tindak lanjutin lagi dengan PCR malamnya hasilnya positif COVID-19," ujar juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Maluku dr Adonia Rerung saat dimintai konfirmasi, Jumat (2/6/2021).

Saat ini Asrul dirawat di ruang isolasi COVID di RSUD dr M Haulussy, Ambon. Dokter memintanya untuk istirahat dan menjaga daya tahan tubuh.

"Beliau ini kan sibuk, capek, kan dokter sampaikan karena sibuk jangan sampai turun daya tahan tubuh, lebih baik istirahat. Lalu beliau (Sekda) memilih istirahat di RSUD, beliau pilih istirahat di RSUD sekaligus mencari tahu pengalaman bagaimana dirawat di sana, keluhan apa yang dialami (pasien), kesulitan apa di rumah sakit, sekaligus mengamati," katanya.

Sekda Maluku yang menghadiri acara pelepasan dokter yang akan bertugas 11 kabupaten/kota Maluku memenuhi protokol kesehatan, sebab itu tidak dilakukan rapid antigen kepada peserta dan undangan di acara tersebut.

"Tidak, karena beliau jaga jarak jauh, itu juga sudah diatur protokol kesehatan. Jaga jarak dengan Ibu Kadis dan selama di atas (acara) beliau tidak lepas masker," tuturnya.

(nvl/nvl)