Mendagri soal PPKM Darurat: Lebih Baik Kita Bersakit-sakit 3 Minggu

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 01 Jul 2021 15:26 WIB
Mendagri Tito Karnavian
Menteri Dalam Negari Tito Karnavian (Foto: Kemendagri)
Jakarta -

Pemerintah resmi menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM darurat di Provinsi Jawa dan Bali pada 3-20 Juli 2021. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut kebijakan itu memang harus dilakukan.

"Tiga minggu ini memang mesti dilakukan dengan langkah-langkah yang tegas dan ketat karena memang kalau tidak kita lakukan tetap saja akan menekan ekonomi," kata Tito dalam konferensi pers virtual, Kamis (1/7/2021).

Dia mengatakan, jika angka kasus baru terus melonjak, hal itu akan menyebabkan bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit Indonesia penuh. Menurutnya, hal itu akan membuat masyarakat merasa panik serta akan berdampak pada kondisi ekonomi di Tanah Air.

"Maka lebih baik kita melandaikan dengan tegas dan kemudian kita lakukan dengan sangat serius 3 minggu ini. Bagaimana setelah 3 minggu ini? Kami kira akan dievaluasi, tapi lebih baik kita bersakit-sakit 3 minggu dari pada kita berlandai-landai 3 minggu dan kemudian kasusnya tidak-turun. Terpaksa kita harus perpanjang lagi, kontraksi ekonomi akan makin terasa," ucap Tito.

Tito menyebut penerapan PPKM darurat selama 3 minggu ke depan akan dilakukan dengan langkah-langkah yang tegas. Menurut Tito, segala langkah kolaborasi seluruh forkopimda akan ditempuh demi menekan angka penyebaran COVID-19 di Indonesia.

"Mohon bantuan rekan-rakan agar masyarakat juga tidak menjadi panik. Karena dengan ada pembatasan sampai dengan 100 persen WFH, untuk kesiapan logistik kesiapan makanan minuman itu tidak masalah. Karena makanan minuman semua sektor industri logistik itu tetap jalan 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat," ujarnya.

(fas/fjp)