Rekomendasi Lengkap KPAI untuk Antisipasi Lonjakan Kasus Anak Terpapar COVID-19

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 30 Jun 2021 16:40 WIB
Ketua KPAI Susanto
Ketua KPAI Susanto (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) terkait pengawasan dan penyelenggaraan perlindungan anak. Hal itu menyikapi atas melonjaknya kasus anak di Indonesia yang terpapar virus Corona (COVID-19).

Ketua KPAI Susanto menyebut perlindungan terhadap anak tercantum dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, khususnya Pasal 44. Menurutnya, dalam pasal itu disebutkan bahwa 'Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib menyediakan fasilitas dan menyelenggarakan upaya kesehatan yang komprehensif bagi anak agar setiap anak memperoleh derajat kesehatan yang optimal sejak dalam kandungan, meliputi upaya promotif, prefentif, kuratif, dan rehabilitatif, baik kesehatan dasar maupun rujukan.

Sejumlah rekomendasi diberikan KPAI untuk mengantisipasi lonjakan kasus anak terkena COVID-19. Di antaranya meliputi rekomendasi terkait fasilitas kesehatan, terhadap pemerintah pusat dan pemerintah pusat, serta rekomendasi untuk masyarakat atau keluarga.

"Upaya ini melibatkan peran-peran masyarakat dan orang tua. Dalam rangka memberikan kesehatan hak dasar bagi anak secara komprehensif di masa pandemi COVID-19," kata Susanto kepada wartawan, Rabu (30/6/2021).

Berikut rekomendasi hasil rakornas KPAI:

Fasilitas Kesehatan:

1. KPAI merekomendasikan agar tetap menyelenggarakan pelayanan dan kesehatan dasar anak secara optimal, seperti imunisasi, pencegahan stunting, dan pelayanan anak sakit non-COVID-19, termasuk layanan ibu hamil dan melahirkan;
2. KPAI merekomendasikan untuk memisahkan RS rujukan khusus COVID-19 dengan RS rujukan penyakit non-COVID-19, termasuk rumah sakit khusus untuk kebutuhan anak dan ibu hamil;
3. Mendorong Kementerian Kesehatan untuk memastikan ketersediaan ICU khusus anak dan struktur kesehatan yang mendukung perawatan anak terpapar COVID di setiap rumah sakit di Indonesia dan didukung oleh keberadaan tenaga kesehatan khusus anak;
4. KPAI mendorong transparansi data kasus COVID-19 pada anak di seluruh Indonesia, termasuk update data kasus COVID-19 setiap hari dengan data terpilah usia anak 0-18 tahun. Sehingga masyarakat yang mendapatkan informasi tersebut menyadari bahwa ada kasus anak terpapar COVID-19 setiap hari.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya: