Deretan Heboh Prof Henuk: Cuit soal SBY hingga Kirim Lamaran ke Jokowi

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 30 Jun 2021 12:50 WIB
Prof Yusuf Leonard Henuk.
Prof Yusuf Leonard Henuk (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Guru besar dari Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Yusuf Leonard Henuk, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus UU ITE. Sebelum menjadi tersangka, Prof Henuk sempat berseteru terkait cuitan yang menyinggung Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Natalius Pigai hingga viral kirim lamaran menteri ke Presiden Jokowi.

Diketahui, Prof Henuk ditetapkan sebagai tersangka terkait dengan dua laporan dari Alfredo Sihombing dan Martua Situmorang. Alfredo Sihombing melaporkan Prof Henuk terkait unggahan Henuk mengenai Bupati Taput. Sedangkan pensiunan PNS Martua Situmorang melaporkan Prof Henuk karena Martua merasa dihina oleh Henuk dalam sebuah postingan di Facebook.

"Dari hasil gelar perkara, penyidik dan peserta gelar berkesimpulan untuk meningkatkan penyelidikan tersebut menjadi penyidikan dan menetapkan saudara Profesor Yusuf Leonard Henuk sebagai tersangka," kata Kasubbag Humas Polres Taput Aiptu Walpon Baringbing.

Sebelum dua laporan polisi itu mencuat, Prof Henuk juga sempat berseteru dengan Demokrat terkait cuitannya yang menyinggung SBY dan AHY. Selain itu, cuitan Prof Henuk mengenai mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai sempat disoroti. Tak hanya itu publik juga sempat dihebohkan oleh surat lamaran menteri dari Prof Henuk ke Presiden Jokowi.

Prof Henuk Dilaporkan Demokrat soal Cuitan SBY-AHY

Prof Henuk sempat membuat kontroversi terkait cuitannya di media sosial yang menyeret nama Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Henuk kemudian dilaporkan ke polisi oleh kader Demokrat. Polda Sumut pun mengatakan sedang mengkaji ada-tidaknya unsur pidana dalam cuitan Henuk.

"Kan semua yang berkaitan dengan laporan, hal yang dilakukan penyidik adalah melakukan gelar perkara apakah mengandung tindak pidana atau tidak. Setelah mengandung tindak pidana, langkah kedua yang dilakukan oleh penyidik adalah memanggil saksi ahli," kata Martuani di Medan, Kamis (14/1/2021).

Berikut ini cuitan Prof Henuk di akun Twitter @ProfYLH terkait unggahan soal SBY dan AHY. Henuk dalam cuitannya menyebut SBY bodoh terkait persoalan vaksinasi COVID-19. Dia juga menyinggung SBY sok suci.

Yth. @SBYudhoyono, memang kau bodoh sekali, karena Pemerintah @jokowi sudah berulangkali ingatkan tak hanya vaksin lalu semua beres, tapi tetap dilakukan 3 M. Kau sok suci bawa-bawa nama Tuhan seperti FPI yang kau besarkan&dibubarkan @jokowi, jadi terbukti kau memang munafik sekali," tulis akun @ProfYLH seperti dilihat detikcom.

Akun tersebut juga mengunggah cuitan yang menyebut AHY bodoh terkait jatuhnya sebuah pesawat. Dia menyebut AHY bodoh serta meminta AHY belajar mengenai sejarah jatuhnya pesawat.

"Yth Ketua Umum @PDemokrat, @AgusYudhoyono, @ProfYLH terpaksa harus buktikan memang kau BODOH sekali,karena sepanjang sejarah jatuhnya pesawat di Indonesia, tak pernah ada "GOVERNMENT ERROR" penyebabnya, tapi "7 FAKTOR" (https://indonesiabaik.id/infografis/7-faktor-penyebab-jatuhnya-pesawat...).Maaf kau bodoh turunan, belajar lagi AHY!," tulisnya.

Henuk kemudian melaporkan balik politikus Demokrat. Guru besar dari Universitas Sumatera Utara (USU), Prof Yusuf Leonard Henuk, melaporkan Kepala Biro Perhubungan DPP Partai Demokrat, Abdullah Rasyid, terkait cuitan di Twitter. Laporan itu terkait cuitan soal 'guru binatang'.

"Kami, sebagai kuasa hukum telah melaporkan akun atas nama Abdullah Rasyid," kata kuasa hukum Henuk dari Kantor Hukum Lazzaro Law Firm, Rinto Maha, saat dimintai konfirmasi, Senin (18/1/2021).

Rinto menyebut akun tersebut dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik terhadap Prof Henuk. Dalam akun itu, katanya, Prof Henuk disebut sebagai 'guru binatang'. Laporan tersebut bernomor STTLP/96/I/2021/SUMUT/SPKT.

"Dilaporkan dengan Pasal 27 ayat 3 UU ITE tentang pencemaran nama baik jo Pasal 310 KUHP jo Pasal 311 KUHP," ujar Rinto.

Rinto juga mengirimkan tangkapan layar cuitan dari akun Abdullah Rasyid atau @abdullah_rasy. Berikut ini isinya:

Apalagi ternyata dia (Yusuf Leonard Henuk) ini guru binatang (animal science) tidak punya kompetensi bicara kebijakan pembangunan. Berhentilah komen yang tidak cerdas," tukas Abdullah Rasyid dengan tagar #MaluAlumniUSU

Cuitan itu disertai laman berita dari salah satu media daring. Cuitan itu diposting pada 11 Januari 2021.