Polisi Endus Lokasi WNA DPO Kasus Penyelundupan Sabu 2 Kg Via Tj Priok

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Rabu, 30 Jun 2021 03:03 WIB
Polisi pamerkan barang bukti kasus penyelundupan sabu 2 kg via Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (29/6/2021).
Foto: Barang bukti kasus penyelundupan sabu 2 kg via Pelabuhan Tanjung Priok. (Rakha Arlyanto Darmawan/detikcom)
Jakarta -

Polres Pelabuhan Tanjung (Tj) Priok menetapkan status DPO terhadap seorang warga negara asing (WNA) asal Malaysia inisial A, yang diduga terlibat kegiatan penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 2 kilogram (kg). Polisi sudah mengetahui lokasi keberadaan WN Malaysia tersebut.

"Sementara sudah bisa kita pastikan yang bersangkutan memang berada di luar negeri, tepatnya di Malaysia, karena berdasarkan keterangan dari saksi maupun tersangka," kata Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Yefta Ruben Hasian kepada wartawan, Selasa (29/6/2021).

Polres Pelabuhan Tanjung Priok telah menetapkan setidaknya 10 orang tersangka dalam kasus penyelundupan sabu 2 kg ini. Ternyata, sebagian dari mereka pernah bekerja dengan WNA yang kini DPO.

"Betul, ada yang pernah bekerja sebagai TKI, juga ada yang pernah bekerja sebagai penyalur TKI, pernah juga. Bahwa rata-rata tersangka pernah bekerja di Malaysia, dan waktu bekerja di Malaysia rata-rata memang adalah bekerja dengan DPO kita warga negara Malaysia," ungkap Yefta.

Dalam menjalankan bisnis haram ini, kesepuluh tersangka memiliki tugas masing-masing. Untuk WNA yang kini DPO merupakan bandar sabu.

Diberitakan sebelumnya, Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil menggagalkan penyelundupan 2 kg sabu pada Maret lalu. Setelah melakukan pengembangan, terungkap bahwa sabu tersebut berasal dari China.

Dari China sabu tersebut lebih dulu dikirim ke Malaysia sebelum akhirnya masuk ke Indonesia melalui Pontianak, Kalimantan Barat. Cara pelaku mengemas sabu tersebut agar tidak terendus aparat cukup cerdik.

"Dari Kuching, Malaysia, ke Pontianak, dengan modus operandi narkotika jenis sabu dibungkus dalam kemasan teh China warna hijau dan bungkus makanan ringan," ungkap Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryan kepada wartawan, Selasa (29/6).

"Kemudian narkotika disimpan dalam speaker sound system mobil yang telah dimodifikasi. Lalu dibawa menuju Pontianak, dan dibawa ke Jakarta menggunakan kapal laut," imbuhnya.

Dalam penanganannya, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti, di antaranya 3 unit mobil, 12 unit kendaraan bermotor, 2 unit speedboat, 14 sertifikat tanah dan logam mulia. Total nilai barang bukti yang disita mencapai Rp 14,8 miliar.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok tidak berhenti terhadap kasus penyelundupannya saja. Polres Pelabuhan Tanjung Priok sedang mengembangkan kasus penyelundupan sabu ini ke arah dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Kemudian juga kami sampaikan, keterkaitan penanganan TPPU ini akan intensif berkoordinasi dengan PPATK, dengan jaksa penuntut umum, agar seluruh sindikat ini bisa kita proses sampai pengadilan," terang Putu.

(zak/zak)