Ini 2 Instruksi Ganjar ke Bupati & Wali Kota untuk Cegah COVID-19

Khoirul Anam - detikNews
Selasa, 29 Jun 2021 19:17 WIB
Ganjar Pranowo
Foto: Istimewa
Jakarta -

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menerbitkan Instruksi Gubernur No 1 Tahun 2021 tentang percepatan penanggulangan lonjakan kasus COVID-19 di Jawa Tengah. Adapun dalam instruksi tersebut memuat dua poin.

"Instruksi Gubernur sudah saya kirimkan ke seluruh bupati/wali kota di Jateng. Saya minta instruksi itu benar-benar dijalankan agar lonjakan kasus COVID-19 di Jateng saat ini bisa segera dikendalikan," kata Ganjar dalam keterangan tertulis, Selasa (29/6/2021).

Dalam poin pertama, instruksi diberikan kepada bupati/wali kota. Beberapa perintah tersebut, antara lain bupati/wali kota wajib melakukan pembatasan total (lockdown) pada RT/RW/Desa dan kelurahan yang masuk zona merah. Dalam hal ini, lockdown dimaksudkan dengan membatasi mobilitas warga keluar masuk wilayah RT maksimal pukul 20.00 WIB.

Dalam instruksi tersebut, masyarakat dilarang beraktivitas di luar jam yang telah ditentukan kecuali darurat. Selain itu, masyarakat dilarang berkerumun dengan melibatkan lebih dari tiga orang.

Ganjar juga melarang keramaian di tempat umum dan meminta kegiatan keagamaan dilakukan secara mandiri di rumah masing-masing sampai suatu wilayah tidak lagi termasuk zona merah.

"Pelaksanaan pembatasan total tersebut harus dijaga ketat oleh aparat desa dengan melibatkan babinsa dan babinkamtibmas serta satgas jogo tonggo," tegasnya.

Ganjar juga memerintahkan bupati/wali kota untuk mendorong gerakan saling mengingatkan (Eling lan Ngelingke). Menurutnya, gerakan itu penting untuk menyadarkan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan, khususnya 5 M secara luas.

"Ingatkan masyarakat untuk selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas," katanya.

Bupati/wali kota juga diminta mengaktifkan call center atau hotline untuk pelayanan informasi dalam penanganan COVID-19. Adapun setiap keluhan dan aduan dari masyarakat harus ditangani secara cepat.

Di samping itu, kepala daerah diharuskan untuk memastikan ketersediaan obat, alat kesehatan, oksigen, dan SDM tenaga kesehatan di masing-masing rumah sakit. Selain itu, jumlah tempat tidur ICU dan isolasi harus ditingkatkan dengan minimal 40 persen dari yang tersedia saat ini.

Ganjar juga memerintahkan seluruh bupati/wali kota menyediakan tempat isolasi terpusat. Dia meminta aset-aset pemerintah digunakan untuk keperluan itu.

Dan tak kalah penting adalah perintah untuk melakukan percepatan vaksinasi. Seluruh bupati dan wali kota diminta membuat sentra-sentra vaksinasi.

"Silakan bekerja sama dengan asosiasi dan komunitas untuk percepatan vaksinasi," tegas Ganjar.

Sementara itu, poin kedua dalam instruksi tersebut ditujukan kepada Kapolda Jateng, Pangdam IV Diponegoro, rektor, pimpinan instansi vertikal, pimpinan perangkat daerah, pimpinan BUMN dan BUMD di wilayah Jateng. Dalam instruksi itu, seluruh pihak diminta untuk mendukung pelaksanaan penanganan COVID-19 sesuai kewenangan masing-masing.

Sebagai informasi, sebanyak 25 daerah di Jateng sudah menjadi zona merah, di antaranya Kabupaten Grobogan, Demak, Jepara, Kota Semarang, Pati, Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Sragen, Kebumen, Rembang, Wonogiri, Brebes, Kendal, Batang, Kabupaten Semarang, Karanganyar, Purworejo, Kudus, Blora, Kota Pekalongan, Kabupaten Banjarnegara, Cilacap, Kabupaten Tegal, Sukoharjo, dan Kabupaten Magelang.

(mul/ega)