Bulan Bung Karno, Yasonna Bicara Kewajiban RI Dukung Kemerdekaan Palestina

Luqman Nurhadi Arunanta - detikNews
Selasa, 29 Jun 2021 15:54 WIB
1945:  Indonesian statesman Achmed Sukarno (1902 - 1970), first president of the Indonesian Republic formed in 1945.  (Photo by Express/Express/Getty Images)
Presiden ke-1 RI Sukarno atau Bung Karno (Keystone/Hulton Archive/Getty Images)
Jakarta -

Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto serta Ketua Bidang Hukum dan Perundang-Undangan DPP PDIP Yasonna H Laoly bicara mengenai sosok Presiden ke-1 RI Sukarno (Bung Karno). Keduanya mengatakan banyak nilai yang bisa diambil dari Bung Karno lewat pidatonya berjudul 'Indonesia Menggugat'.

Hal itu disampaikan Yasonna dan Hasto dalam acara bertajuk 'Webinar Indonesia Menggugat, Memperingati Bulan Bung Karno' yang digelar Badan Bantuan Hukum Advokat Rakyat PDIP, Selasa (29/6/2021). Yasonna mengatakan banyak pemikiran Sukarno yang patut dikaji ulang karena masih relevan dengan situasi saat ini.

"Dalam rangka bulan Bung Karno ini, tentunya kita terus mengenang perjuangan Bung Karno sebagai bapak bangsa, pahlawan nasional, dan proklamator. Nilai-nilai yang beliau perjuangkan, secara khusus ideologi Pancasila dan gagasan-gagasan brilian dan cemerlang, patut kembali kita kaji untuk menjadi pedoman kita memajukan masyarakat dan negara," ujar Yasonna.

"Banyak sekali pemikiran Bung Karno yang melampaui zamannya dan masih relevan dengan situasi saat ini. Salah satunya apa yang beliau sampaikan dalam Indonesia Menggugat," tambahnya.

Pidato Indonesia Menggugat disusun Sukarno sebagai pembelaan pada persidangan di Landraad, Bandung, pada 1930. Yasonna menyampaikan bahwa saat itu Sukarno tidak hanya membela dirinya sendiri, tetapi membela bangsa Indonesia yang terjajah oleh kolonial Belanda.

"Substansi pidato Indonesia Menggugat adalah tentang keadaan politik internasional dan kerusakan masyarakat Indonesia di bawah penjajah. Pidato pembelaan ini kemudian menjadi suatu dokumen politik menentang kolonialisme dan imperialisme. Pidato Indonesia Menggugat menunjukkan betapa besarnya jiwa Bung Karno," papar Yasonna.

"Dia (Bung Karno) tidak sekadar membela dirinya sendiri untuk bisa dibebaskan dari pengadilan, Bung Karno dengan lantang membela kemanusiaan dan bangsa Indonesia yang dijatuhkan harkat dan martabatnya oleh penjajahan, dan mengajak rakyat Indonesia merebut kemerdekaan yang menyeluruh yang menjadi haknya," imbuhnya.

Yasonna turut menyinggung soal upaya memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Dia menyebut upaya tersebut masih sejalan dengan isi pidato Bung Karno dalam Indonesia Menggugat.

"Apabila kita memaknai lagi isi Indonesia Menggugat, yang menjadi simbol perlawanan terhadap penjajahan, sudah menjadi kewajiban kita untuk membela kemerdekaan Palestina agar bebas dari penjajahan. Ini adalah amanat Pembukaan UUD 1945," ujarnya.

Yasonna turut mengajak masyarakat untuk melanjutkan perjuangan Sukarno dengan mewujudkan kesejahteraan bersama di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Untuk itu, menjadi tugas kita bersama sebagai generasi penerus yang diberi kesempatan mengisi kemerdekaan ini untuk menjadikan kemerdekaan kita menuju masyarakat adil dan makmur, yaitu kesetaraan untuk sebagian besar rakyat Indonesia dan bukan hanya untuk segelintir orang saja. Untuk itu, sudah menjadi kewajiban kita untuk terus mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo, untuk dapat mewujudkan janjinya menghadirkan kesejahteraan masyarakat Indonesia di seluruh penjuru negeri," tutupnya.

Baca pandangan Sekjen PDIP Hasto di halaman berikutnya.