Saat KSAD Panggil Dandim Gembrot dan Wanti-wanti soal Kesehatan

Arief Ikhsanudin - detikNews
Selasa, 29 Jun 2021 12:35 WIB
Jakarta -

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa memanggil ke depan dandim-dandim yang gemuk saat apel dan pertemuan dengan danrem dan dandim. Dia meminta prajurit TNI menjaga tubuhnya agar tetap sehat.

Awalnya, dalam acara Apel Danrem-Dandim Terpusat Tahun 2020, Jenderal TNI Andika Perkasa memanggil Kapushubdar Letjen TNI Wahyu Agung, dan Pangdam IX/Udayana Letjen TNI Kurnia Dewantara. Andika memuji dua perwira tersebut karena berumur 57 dan 58 tahun, tapi memiliki tubuh yang bagus.

Kemudian, Andika meminta para Dandim yang memiliki tubuh gemuk untuk ke depan. "Coba siapa yang gembrot, para Pangdam. Ada Dandim yang gembrot nggak? suruh sini," ucap Andika seperti dilihat dalam akun YouTube resmi TNI AD, Selasa (9/6/2021).

Majulah beberapa orang dandim yang memiliki perut tidak ideal tersebut. Andika lalu bertanya alasan kenapa mereka bertubuh gemuk.

Andika tidak terlihat marah-marah atau menghukum para dandim yang gemuk itu. Tanya jawab pun dilakukan santai dengan diselingi tawa.

"Kami mulai gemuk setelah Juni 2020," ucap salah satu dandim kepada KSAD.

"Baru tahun ini. Langsur lebar, bagian sini ya (memegang pinggang), kenapa bisa begitu," tanya Andika lagi.

"Cepat naik, cepat turun," katanya. Orang-orang yang mendengar pun tertawa.

Andika lalu meminta beberapa orang tersebut berfoto dengan Letjen TNI Wahyu Agung, Letjen TNI Kurnia Dewantara. Dia meminta ada perubahan kondisi badan bagi Dandim gembrot di tahun depan.

"Foto ini kirim ke saya satu tahun dari sekarang," katanya.

Andika mengaku khawatir dengan kondisi anggota TNI AD yang memiliki berat badan berlebih. Menurutnya, kondisi itu tidak ideal yang rentan terkena penyakit.

Andika menyampaikan, dia mendapat data bahwa pada 2020 ada 539 anggota TNI AD meninggal karena sakit. Hanya sebagian kecil yang meninggal karena COVID-19.

"Dari 539 itu, yang sakit plus COVID, 58. Jadi sebetulnya, 500-an ya sakit berat. Sakit berat itu ada diabetes, ada gagal ginjal, jantung, stroke. Itu semua sebetulnya bisa kita jaga," katanya.

KSAD meminta anggota TNI AD menjaga pola makan sehingga bisa menjaga berat badannya dan tetap sehat.

"Intinya, kita harus lebih scientific, kita juga harus punya tekad keras mengukur diri. Nggak boleh biarkan, 'Alah besok lah, sekarang makan dulu.' Kuncinya adalah bagaimana kita mengendalikan makan," katanya.

(aik/imk)