Partai Gelora Temukan Jasmev-Relawan Ganti Presiden, Strategi untuk 2024?

Arief Ikhsanudin - detikNews
Senin, 28 Jun 2021 08:48 WIB
Kisah Fahri Hamzah dengan KPK: Dulu Sinis Kini Bermulut Manis
Foto: M Zhacky/detikcom
Jakarta -

Partai Gelora mempertemukan Jokowi Ahok Social Media Volunteers (Jasmev), Dyah Kartika Rini, dan penggerak Relawan Ganti Presiden (RGP), Ari Saptono, yang berseberangan dalam Pemilu 2019. Apakah tindakan itu merupakan strategi Partai Gelora, yang merupakan partai baru, untuk Pemilu 2024?

"Segala upaya harus kita lakukan untuk mempersatukan kembali Indonesia," ucap Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah saat dihubungi, Minggu (27/6/2021). Fahri menjawab pertanyaan soal apakah tindakan pertemuan Jasmev dengan RGP adalah strategi untuk Pemilu 2024.

Menurut Fahri, Partai Gelora memiliki pandangan persatuan sehingga tidak ada masalah bagi mereka untuk mempertemukan pihak-pihak yang pernah atau sedang berselisih.

"Semua perpecahan adalah luka bangsa," ucap Fahri.

Tak hanya itu, Fahri juga menyebut bahwa Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta berpikir lebih jauh. Fahri Hamzah menyebut Partai Gelora memiliki harapan agar perpecahan hilang di republik ini.

"Pak Ketum kemarin menawarkan perlunya semacam Sumpah Palapa baru agar kita bersatu lagi dalam pembelahan yang makin mengkhawatirkan. Setiap langkah partai untuk membangun mimpi bari bahwa di tengah perpecahan yang makin nampak keras ini, kita harus mewujudkan jalan untuk bersatu," ucapnya.

Pertemuan antara Jamsev dan RDP dilakukan di forum diskusi Gelora Talk 4 dengan tema 'Pembelahan Politik di Jagat Media Sosial: Residu Pemilu yang Tak Kunjung Usai' di Studio Partai Gelora pada Selasa (22/6/2021).

"Namanya relawan terus tempur dari dulu, nah sekarang mereka bertemu di Studio Gelora. Yang satunya sudah menjadi Ketua Bidang Komunikasi di Partai Gelora (Ari Saptono), saya khawatir mbak DeeDee (Dyah Kartika Rini) juga bakal gabung nanti," kata Ketum Partai Gelora Anis Matta dalam keterangan tertulis, Minggu (27/6).

Anis Matta mengatakan tidak selamanya orang yang bertentangan akan terus menjadi musuh. Menurutnya, pengalaman pada pilpres lalu bisa dijadikan pelajaran.

"Dari cara seperti ini, kita belajar. Dan mereka yang terus belajar akan menjadi bangsa pembelajar dan lebih gampang membuat kita bersatu, bukan gampang merusak," tegas Anis Matta.

Simak juga 'Muncul Relawan Dukung Ganjar Maju Pilpres 2024':

[Gambas:Video 20detik]

(aik/gbr)