Menhub Soroti COVID-19 Varian Delta: Harus Diwaspadai

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 27 Jun 2021 11:21 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi
Menhub Budi Karya Sumadi (Dok. Kemenhub)
Jakarta -

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyoroti lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia. Budi Karya menilai lonjakan itu terjadi karena munculnya virus COVID-19 varian baru Delta.

"Salah satu penyebab naiknya kasus karena masuknya varian Delta di Indonesia. Ini adalah varian virus Corona yang sedang diwaspadai bersama dan jadi penyebab ledakan kasus infeksi yang terjadi di India beberapa waktu lalu," kata Budi Karya dalam acara doa bersama keluarga besar Kementerian Perhubungan yang digelar virtual, Minggu (27/6/2021).

Berdasarkan laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Budi mengatakan varian virus Delta kini mendominasi infeksi COVID-19 di seluruh dunia sehingga dia menyatakan varian virus ini menjadi hal yang harus diwaspadai.

"Lonjakan yang sama juga terjadi di semua negara. WHO bahkan menyebut strain yang pertama kali terdeteksi di India pada Desember 2020. Kini menjadi strain yang mendominasi infeksi COVID-19," sebutnya.

Dalam kesempatan ini, Budi Karya mengatakan pandemi Corona juga menyasar sektor transportasi di Indonesia. Hal ini, disebutnya, terlihat dari banyak pegawai di jajaran Kemenhub yang terpapar COVID-19 dan meninggal dunia.

"Kita di Kemenhub saat ini sedang dalam keprihatinan karena sudah banyak pegawai kita yang terpapar COVID-19. Bahkan beberapa meninggalkan kita cukup sedih. Semoga Allah, teman-teman kita mendapatkan tempat di sisi Allah SWT. Saya atas nama pribadi dan atas nama kementerian merasa kehilangan dan duka cita sedalam-dalamnya atas kehilangan putra-putri Kemenhub," ucapnya.

Bahkan terjadi penambahan kasus konfirmasi positif COVID-19 yang menembus 21 ribu orang. Atas hal ini, dia mengajak agar seluruh warga dapat berikhtiar dan bersabar dalam menghadapi pandemi Corona.

"Tantangan di tengah musibah dan cobaan akan kita hadapi dan kita lalui bersama dengan cara tetap berikhtiar, bersabar, berdoa memasang kekuatan dari Allah SWT dengan keimanan dan ketakwaan," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, Penambahan kasus baru Corona (COVID-19) pada Sabtu (26/6) kembali pecah rekor. Kasus positif Corona mencapai 21.095, sedangkan sebanyak 7.396 kasus sembuh dan 358 pasien meninggal dunia di Indonesia.

Penambahan kasus baru ini disampaikan oleh Humas BNPB pada Sabtu (26/6). Data penanganan pandemi Corona ini diperbarui setiap hari per pukul 12.00 WIB.

Total kasus positif Corona mencapai 2.093.962 dan kasus sembuh sebanyak 1.842.457. Sedangkan total kumulatif pasien Corona yang meninggal dunia di RI mencapai 56.729 kasus.

(eva/eva)