Kondisi Terkini COVID Bekasi

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 17:11 WIB
COVID Bekasi: Jenazah Meningkat-Viral Pasien Tiduran di Parkiran
COVID Bekasi: Jenazah Meningkat-Viral Pasien Tiduran di Parkiran (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Kasus COVID Bekasi jadi sorotan usai jumlah jenazah hingga tempat tidur di RSUD Chasbullah Abdulmajid, Kota Bekasi, penuh. Bahkan sebuah video viral menampakkan sejumlah pasien yang dirawat di luar ruangan RS.

Lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia juga berdampak signifikan pada ketersediaan tempat tidur di sejumlah rumah sakit di Kota Bekasi.

COVID Bekasi: Jenazah Meningkat

Salah satu bukti melonjaknya kasus COVID di Bekasi adalah meningkatnya jumlah jenazah di RSUD Bekasi. Terlebih, pihak rumah sakit juga menerima pengiriman jenazah dari rumah sakit rujukan COVID-19 yang lainnya.

"Bukan penumpukan, ada apa namanya, jumlah jenazahnya meningkat, baik dari dalam rumah sakit maupun kiriman dari luar," ujar Direktur RSUD dr Chasbullah Abdulmajid Kota Bekasi, Kusnanto Said, ketika dihubungi detikcom, Kamis (24/6/2021).

Tidak diketahui jelas berapa peningkatan jenazah yang dimaksud. Namun, menurut Kusnanto, jenazah berangsur telah dimakamkan ke TPU Pedurenan, Bekasi, maupun pemakaman keluarga setelah mendapatkan izin dari RT/RW.

Jumlah pasien COVID-19 di RSUD Kota Bekasi melonjak seiring meningkatnya kasus Corona di Indonesia. Tenda darurat pun didirikan sebagai ruang IGD pasien Corona.Jumlah pasien COVID-19 di RSUD Kota Bekasi melonjak seiring meningkatnya kasus Corona di Indonesia. Tenda darurat pun didirikan sebagai ruang IGD pasien Corona. (Agung Pambudhy/detikcom)

COVID-19: BOR RSUD Bekasi Penuh

Sementara itu, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi juga sudah 100 persen alias penuh. Ada 385 pasien COVID yang kini dirawat.

"BOR-nya ini 62% warga KTP Bekasi, 38% warga KTP non-KTP Kota Bekasi," terang Kusnanto.

Akibat penuhnya BOR RSUD, tenda darurat pun dipasang di depan rumah sakit. Tenda tersebut berfungsi sebagai 'ruang tunggu' atau tempat seleksi pasien.

"(Tempat) pemeriksaan awal, screening, apakah pasien ini COVID atau bukan COVID, kalau bukan COVID, nunggu hasil PCR, kalau masih tersedia ruang rawat inap yang non-COVID. (Jika pasien COVID), kita masuk ke dalam IGD yang sekarang, karena IGD yang sekarang kita jadikan ruang rawat COVID-19," jelas Kusnanto.

Permintaan untuk menambah BOR juga sudah disampaikan ke Dinas Kesehatan Kota Bekasi. Penambahan dilakukan di rumah sakit swasta, rumah sakit tipe D, hingga rumah sakit darurat di Stadion Patriot Candrabaga.

COVID Bekasi: Viral Pasien Dirawat di Parkiran

Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah pasien di RSUD Bekasi tiduran di parkiran viral. Namun, menurut Kusnanto, pasien-pasien bergejala COVID-19 itu bukan dirawat, melainkan tengah dalam pemeriksaan awal.

"Tadi pagi (kejadiannya), jadi karena pasien nggak sabar menunggu di kursi roda. Jadi memilih tidur," kata Kusnanto kepada wartawan, Jumat (25/6/2021).

"Mereka datang dengan gejala (COVID-19) semua. Nanti pemeriksaan di tenda sama di lorong yang kita siapkan itu, triase namanya, pemeriksaan awal," tambahnya.

Diketahui RSUD Bekasi menyiapkan 30 tempat tidur di tenda dan lorong rumah sakit untuk pemeriksaan awal. Namun saat itu memang ada puluhan pasien yang memenuhi lokasi.

Untuk mengurai antrean, pihak RSUD pun menambah tempat triase di lorong rumah sakit. Ruang rawat inap juga ditambah.

"Dan kita juga tambah lagi ruang rawat inap satu lantai 45 bed tambahan. Jadi semuanya 400 tempat tidur," katanya.

(izt/imk)