Sosok BJ Habibie: Profil hingga Jejak Karier

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 15:51 WIB
Sosok BJ Habibie dan Sederet Fakta Soal Bapak Pesawat
Sosok BJ Habibie dan Sederet Fakta Soal 'Bapak Pesawat' (Foto: Instagram @b.jhabibie)
Jakarta -

Nama BJ Habibie tak pernah lekang oleh waktu meski kini Presiden ke-3 RI tersebut telah meninggal dunia. Bahkan hari kelahirannya, yang jatuh pada hari ini, 25 Juni, masih diingat masyarakat Indonesia.

Kecerdasan dan kisah cintanya terhadap sang istri, Ainun, membuat nama BJ Habibie lekat sekali di ingatan masyarakat. Bahkan kisah cintanya diangkat dalam sebuah film berjudul 'Habibie & Ainun'.

Biografi Singkat BJ Habibie

BJ Habibie atau yang memiliki nama lengkap Bacharuddin Jusuf Habibie diketahui lahir pada 25 Juni 1936 di Parepare, Sulawesi Selatan. Ia merupakan anak keempat dari delapan bersaudara pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie asal Gorontalo dan RA Tuti Marini Puspowardojo yang berasal dari Yogyakarta.

Saat BJ Habibie berusia 14 tahun, ayahnya meninggal dunia akibat serangan jantung. Kemudian dia bersama ibu dan saudara-saudaranya pindah ke Bandung. BJ Habibie melanjutkan studinya di Gouverments Middlebare School.

Ketertarikan pada ilmu sains, khususnya fisika, memang sudah dimulai sejak BJ Habibie masih belia. Ia pun melanjutkan kuliah di jurusan Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung pada 1954.

Habibie hanya menghabiskan waktu enam bulan untuk studinya di ITB. Hal ini karena setahun kemudian ia memilih melanjutkan pendidikan di Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule (RWTH), Aachen, Jerman.

Selama 10 tahun, mulai 1955 hingga 1965, Habibie menempuh studi teknik penerbangan di RWTH. Ia meraih dua gelar sekaligus, yaitu Diplom Ingenieur pada 1960 dan Doktor Ingenieur pada 1965 dengan predikat summa cum laude.

Pada 12 Mei 1962, BJ Habibie menikah dengan tetangganya saat di Bandung, Hasri Ainun Habibie. Pasangan tersebut memiliki dua orang anak, yaitu Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie.

Bapak Pesawat

Sosok BJ Habibie tak lepas dari perannya sebagai pembuat pesawat pertama Indonesia, yakni N250 Gatot Kaca, pada 1995. Diketahui sang mantan presiden tersebut sempat bekerja di berbagai perusahaan penerbangan dan konstruksi pesawat di Jerman setelah menikah dengan sang istri, Hasri Ainun Besari.

BJ Habibie sempat merancang proyek pesawat CN-235 bersama para insinyur dari perusahaan Spanyol, CASA, yang prototipenya berhasil mengudara pada akhir 1983.

Bersama timnya dari Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN), BJ Habibie merancang pesawat baling-baling dengan daya angkut sekitar 50 penumpang dan bisa diperbesar hingga 70 penumpang bernama N-250 Gatot Kaca.

Saat IPTN sedang berjaya dan selangkah lagi mendapatkan sertifikasi dari Federal Aviation Administration (FAA), Presiden Soeharto memerintah penutupannya beserta industri lain karena krisis moneter.

Karir Politik BJ Habibie

Karier politik BJ Habibie sudah dimulai sejak dirinya kembali ke Indonesia atas permintaan Presiden Soeharto. Habibie lalu menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi sejak tahun 1978 sampai Maret 1998.

Habibie menjabat sebagai Wakil Presiden ke-7 sejak 14 Maret 1998 hingga 21 Mei 1998 dalam Kabinet Pembangunan VII di bawah Soeharto. Saat krisis, Soeharto mundur dan menetapkan BJ Habibie sebagai Presiden ke-3 Indonesia dari 1 Mei 1998 - 20 Oktober 1999.

Pada masa kepemimpinannya, Timor Timur lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjadi negara terpisah pada 30 Agustus 1999. Keputusan itu terjadi setelah BJ Habibie membuat keputusan yang cukup mengejutkan, yakni mengadakan jajak pendapat bagi warga Timor Timur untuk memilih merdeka atau tetap menjadi bagian dari Indonesia.

Kisah Cinta BJ Habibie Difilmkan

Salah satu yang tak lepas dari ingatan masyarakat Indonesia soal BJ Habibie adalah soal kisah cintanya. Kisah cinta pasangan tersebut diabadikan dalam sebuah film produksi MD Pictures berjudul 'Habibie & Ainun' pada 2012, yang diadaptasi dari buku karya BJ Habibie sendiri.

Diketahui Ibu Ainun meninggal dunia pada 22 Mei 2010 karena kanker leher rahim. Sejak itu, Habibie kerap tertangkap kamera mengunjungi makam Ainun.

Kemudian Habibie meninggal pada 12 September 2019 karena gagal jantung. BJ Habibie dimakamkan di samping istrinya di Taman Makam Pahlawan Kalibata slot 120.

(izt/imk)