Anies: Beberapa RS di Jakarta Sudah Penuh, Bahkan Lobi untuk Rawat Inap

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 14:27 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau rumah susun Nagrak di Jakarta Utara. Rusun itu dijadikan sebagai tempat isolasi mandiri pasien COVID-19.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan beberapa rumah sakit di Jakarta sudah penuh. Bahkan, kata Anies, mereka terpaksa memfungsikan lobi menjadi tempat rawat inap.

Hal itu disampaikan Anies setelah melakukan inspeksi tenda darurat di RSUD Kramat Jati, melalui Instagramnya, Kamis (24/6). Anies mengatakan penuhnya rumah sakit membuat tenda-tenda disiapkan.

"Malam ini melakukan inspeksi tenda darurat yang dipasang di halaman RSUD Kramat Jati. Beberapa RS kita sudah penuh, bahkan lobinya difungsikan sebagai tempat rawat inap. Maka kami siapkan tenda-tenda di RSUD," kata Anies seperti dilihat detikcom, Jumat (25/6/2021).

Anies memaparkan, saat ini Pemprov DKI terus berupaya menambah kapasitas rumah sakit rujukan COVID-19. Semula 103 menjadi 140 rumah sakit dari total 193 rumah sakit di Jakarta.

"Dari 32 RSUD ada 13 yang menjadi RS khusus COVID-19, seperti RSUD Kramat Jati ini. Lalu 19 RSUD lainnya 60 persen kapasitas itu disiapkan untuk COVID-19, 40 persen untuk penyakit lain," ungkapnya.

Namun, menurut Anies, menambah tenda atau kapasitas tempat tidur saja tidak cukup. Sebab, tenaga kesehatan yang terbatas pasti akan kerepotan jika pasien COVID-19 terus bertambah.

"Menambah tenda/tempat tidur memang mudah, tapi menambah tenaga kesehatan tak mudah dan tak bisa secepat penambahan kasus COVID-19 ini. Kalau jumlah pasiennya bertambah terus, kita akan kerepotan," kata Anies.

"Mari bantu tenaga kesehatan kita yang terbatas ini dengan mengurangi aktivitas di luar, karena tingginya potensi penularan dan percepatan perburukan dari varian Delta. Pada puncak bulan Januari masih kita lebih sering temukan gejala ringan, sedangkan di bulan ini lebih banyak kita temukan gejala sedang dengan desaturasi (kekurangan oksigen dalam darah) di bawah 90 persen. Jauh lebih cepat perburukannya," imbuh dia.

Lebih lanjut, Anies mewanti-wanti warga di DKI Jakarta untuk saling menjaga. Dia menekankan, penularan COVID-19 bisa terjadi di mana saja.

"Pesan bagi semua, mari kita sama-sama saling jaga. Penularan COVID-19 itu tidak hanya terjadi di ruang publik, tapi saat kita meeting, makan bersama, kumpul dengan orang yang kita kenal. Itulah potensi terbesar dari ruang privat yang tak mungkin diawasi oleh pemerintah," ucap Anies.

"Mari jaga diri dengan disiplin 3M & segera divaksinasi. Dengan menjaga diri, teman-teman juga ikut menjaga sesama dan #JagaJakarta," pungkas dia.

Lihat juga Video: Konversi 3 RS di DKI Jadi Khusus COVID-19 Ditarget Rampung Minggu Ini

[Gambas:Video 20detik]



(mae/imk)