Charoen Pokphand Resmikan Peletakan Batu Pertama Kandang Ayam di IPB

Nadhifa Sarah Amalia - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 13:38 WIB
Charoen Pokphand
Foto: Charoen Pokphand Indonesia
Jakarta -

Charoen Pokphand Foundation Indonesia (CPFI) dan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan peletakan batu pertama broiler closed house. Ini merupakan tindak lanjut kerja sama hibah kandang close house kepada Fakultas Peternakan IPB University ini ditandatangani pada bulan April 2021.

Peresmian pembangunan kandang hibah dari PT CPI yang merupakan bagian dari program Teaching Farm ini dilakukan di Laboratorium Lapang B IPB University, Darmaga, Bogor, Kamis (24/6). Program ini merupakan CSR dalam rangka mendukung program pemerintah untuk membangun sinergi antara dunia industri dengan perguruan tinggi yang sejalan dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Dalam pelaksanaan dan pengelolaan Teaching Farm tersebut sepenuhnya akan didampingi oleh tim professional CPI yang akan mengajarkan dan berbagi pengetahuan teknis tentang budidaya ayam modern kepada mahasiswa. Teaching Farm tersebut juga akan digunakan sebagai sarana penelitian, pengembangan praktik budidaya ayam dan media aplikasi ilmu pengetahuan serta sebagai gambaran miniatur dunia usaha.

Dekan fakultas Peternakan IPB University Idat Galih Permana menjelaskan dengan adanya hibah kandang ayam closed house ini, Fakultas Peternakan IPB University kini memasuki fase teknologi yang lebih tinggi. Sebab teknologi peternakan ayam broiler (ayam pedaging) saat ini sudah masuk pada manajemen level teknologi tinggi.

Ia berharap dengan hibah ini mahasiswa akan lebih meningkat kemampuannya dan kualitas SDM lulusannya akan menjadi lebih unggul dan kompetitif. Ia juga menjelaskan kandang closed house yang akan dibangun ini adalah hibah kandang closed house kedua dari Charoen Pokphand Indonesia (CPI) untuk IPB. Hibah kandang closed house yang pertama dilakukan sekitar 15 tahun yang lalu.

"Kami sangat berterima kasih kepada CPI karena pembangunan kandang ini memang sudah dinanti nantikan oleh kami," ujar Idat, dalam keterangan tertulis, Jumat (25/6/2021).

Idat berharap nantinya hibah kandang closed house yang lebih modern dari generasi pertama ini dapat digunakan untuk mahasiswa mengasah kemampuan maupun memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan industri. Hal tersebut juga sejalan dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

"Mahasiswa peternakan ke depannya bisa melakukan magang, training, dan menerapkan sistem budidaya unggas di level industri," jelas Idat.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Charoen Pokphand Foundation Indonesia (CPFI) Andi Magdalena Sidadari mengatakan Lembaga Karya Pokphand yang sekarang berganti nama menjadi CPFI telah lama bekerja sama dengan IPB. Diawali dengan pemberian beasiswa kepada 25 mahasiswa dan terus berjalan hingga kini dan saat ini jumlah kuotanya telah bertambah menjadi 40 anak/tahun.

Pada tahun 2005, IPB juga menjadi universitas pertama yang menerima hibah kandang closed house oleh CPI. "Mungkin itu menjadi kandang closed house yang pertama di luar dari industri, pada saat itu," tutur Andi.

Dijelaskannya, Teaching Farm yang akan dibangun ini merupakan hibah kandang ke-13 CPFI kepada universitas. Ia juga menjelaskan dalam pemanfaatan kandang yang akan dibangun ini diharapkan tidak hanya jurusan peternakan yang memanfaatkan closed house ini.

Sebab di closed house terdapat berbagai macam ilmu yang dapat dipelajari, seperti ilmu ekonomi, teknik sipil, kelistrikan dan lain-lain. Ia pun mempersilahkan agar seluruh fakultas dapat terlibat di dalam kegiatan closed house ini dan CPI siap mendampingi.

Sementara itu, Rektor IPB University, Prof. Dr. Arif Satria mengatakan pembangunan kandang yang diinisiasi oleh CPI sejak tahun 2005 sangat membantu IPB. Arif berharap agar kerja sama antara IPB University dan CPI dapat terus berjalan dengan baik.

Sebagai informasi, peletakan batu pertama ini dilakukan oleh Rektor Prof. Dr. Arif Satria, selaku Rektor IPB University, Prof. Dr. Ir. Idat Galih Permana selaku Dekan Fapet IPB University dan Andi Magdalena Sidadari selaku Sekretaris Jenderal Charoen Pokphand Foundation Indonesia (CPFI).

(ncm/ega)