Corona Naik Terus, 7.000 Bed Isolasi di Rusun Nagrak-Pasar Rumput Disiapkan

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 12:14 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin
Menkes Budi Gunadi Sadikin (Foto: dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Pemerintah menambah dua tempat isolasi pasien Corona (COVID-19), yakni di Rusun Pasar Rumput dan Nagrak. Dari dua tempat itu, pemerintah menambah tempat tidur isolasi sebanyak 7.000.

"Hal ketiga yang kita lakukan adalah menambah tempat isolasi. Kita tahu bahwa Wisma Atlet yang tadinya sekitar 5.994 sudah kita naikkan sampai ke level 7.000, tapi kemudian kasus konfirmasinya naik terus. Itu pun juga semakin hari semakin penuh. Jadi kita sudah menambah 2 tempat isolasi baru," kata Menkes Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers, Jumat (25/6/2021).

Budi mengatakan dua tempat yang dijadikan isolasi pasien COVID-19 adalah Nagrak ada 4 tower yang bisa menampung maksimal 4.000 pasien. Kemudian ada di Pasar Rumput yang menampung 3.000 pasien.

"Jadi ada 7.000 tempat tidur isolasi tambahan atau dua kali lipat lebih banyak dari sebelumnya yang ada di Wisma Atlet," ucapnya.

Selanjutnya, Budi mengungkapkan dia bersama Kepala BNPB, Panglima TNI, Gubernur, dan Kapolri akan memindahkan orang yang tidak bergejala (OTG) atau bergejala COVID-19 ringan ke Nagrak dan Pasar Rumput. Nantinya Wisma Atlet hanya akan menangani pasien COVID yang bergejala menengah.

"Memindahkan OTG dan ringan ke Nagrak dan Pasar rumput sehingga Wisma Atlet yang fasilitasnya sudah ada lebih lama kita bisa upgrade untuk bisa menangani yang kondisinya sudah menengah. Sedangkan kondisi berat tetap kita arahkan ke rumah sakit," tegasnya.

Budi memastikan pelayanan kesehatan bagi pasien COVID-19 terus diperhatikan pemerintah. Dia menegaskan pemerintah tidak akan pilih-pilih pasien COVID yang bergejala atau tidak.

"Dengan demikian, kapasitas pelayanan kesehatan baik itu yang OTG maupun dengan gejala ringan, menengah, berat, itu bisa kita atur dengan baik," pungkasnya.

(zap/imk)