detikcom Do Your Magic

Disdik Sulbar Kirim Guru ke Desa Tempat Pelajar Bergantung di Tali Jembatan

Abdy Febriady - detikNews
Jumat, 25 Jun 2021 08:55 WIB
Jembatan Rusak di Mamasa
Foto SIswa SD Bergelantungan di Tali Jembatan Demi ke Sekolah: (Abdy Febriady/detikcom)
Mamasa -

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, Gufran Darma Dirawan mengaku prihatin dengan kondisi anak sekolah yang bergelantungan di tali jembatan rusak di atas sungai di Dusun Rantelelamun, Desa Pamoseang, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa. Disdik Sulbar akan mengirimkan guru untuk mengajar di desa itu guna mempermudah belajar anak-anak.

"Kami akan segera memberi perhatian untuk memudahkan anak-anak itu agar bisa tetap belajar, tanpa harus bergelantungan di tali jembatan," kata Gufran kepada wartawan, Jumat (25/6/2021).

Gufran mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan beberapa guru sekolah untuk mencari solusi agar para siswa yang tinggal di desa Pamoseang bisa bersekolah dengan aman. Solusi yang disepakati adalah guru yang akan datang ke desa Pamoseang.

"Saya sudah berkomunikasi ke sana, beberapa guru bersedia ke Dusun Pamoseang untuk memberi pembelajaran, sehingga anak-anak tidak lagi harus bertaruh bertaruh nyawa untuk mengakses pembelajaran," ujarnya.

Menurut Gufran, cara itu dilakukan sebagai wujud komitmen untuk kepentingan pendidikan, sambil menunggu perbaikan jembatan. Ia menyebut, guru yang akan mendatangi Dusun Rantelelamun, akan menempuh jalan memutar menggunakan sepeda motor, dengan jarak cukup jauh melewati wilayah lain,

"Kami sudah pikirkan biaya operasional untuk teman-teman guru yang akan ke Dusun Rantelelamun, Desa Pamoseang sebagai guru keliling. Yang penting, anak-anak tidak lagi harus bertaruh nyawa untuk mengakses pembelajaran," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, puluhan anak usia sekolah asal Dusun Rantelelamun, harus bertaruh nyawa untuk ke sekolah. Mereka menyeberangi sungai dengan cara bergelantung pada tali jembatan gantung yang sudah rusak parah.

Jembatan gantung yang menjadi akses utama dari dan menuju kampung halaman mereka, rusak parah diterjang banjir pada akhir bulan November tahun 2020 kemarin, membuat hampir semua lantai jembatan terlepas dan hilang.

Diketahui, jarak dari Dusun Rantelelamun menuju pusat Desa Pamoseang yang merupakan tempat sarana pendidikan SD Pamoseang, sekira 1,5 kilometer.

(zap/nvl)