Pemerintah Fasilitasi Pemulangan 145 PMI Bermasalah dari Malaysia

Inkana Putri - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 21:48 WIB
Pemulangan Pekerja Migran Indonesia dari Malaysia.
Foto: dok. Kemnaker
Jakarta -

Pemerintah memfasilitasi pemulangan 145 Pekerja Migran Indonesia Bermasalah/Warga Negara Indonesia (PMIB/WNI) yang dideportasi dari Malaysia. Adapun ke-145 PMIB tersebut telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, hari ini.

Selanjutnya, para PMIB akan menjalani karantina selama lima hari di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, sebelum dipulangkan ke daerah asal.

"Pemulangan PMIB/WNI hari ini merupakan gelombang pertama yang masuk kategori rentan sejumlah 145 orang," ujar Dirjen Binapenta dan PKK, Kemnaker, Suhartono dalam keterangan tertulis, Kamis (24/6/2021).

Dalam acara Siaran Pers di Jakarta, Suhartono menyatakan proses pemulangan pekerja migran telah sesuai dan mengikuti protokol kesehatan.

Ia mengatakan seluruh PMIB telah menjalani tes PCR dan akan menjalani masa karantina selama 5 hari sebelum dipulangkan ke daerah asal. Adapun nantinya seluruh biaya pemulangan akan difasilitasi oleh Kementerian Luar Negeri.

"Untuk biaya pemulangan dari Malaysia ke Indonesia ditanggung atau difasilitasi oleh Kemlu dengan menggunakan anggaran perlindungan WNI," paparnya.

Suhartono menjelaskan dari 145 PMIB, sebanyak 24 orang berasal dari Nusa Tenggara Barat, 29 orang dari Sumatera Utara, dan 21 orang dari Jawa Timur.

Selain itu, sebanyak 11 orang berasal dari Kepulauan Riau, 10 orang dari Jawa Barat, 5 orang dari Nusa Tenggara Timur dan Riau, 4 orang berasal dari Aceh, dan 3 orang lainnya dari Lampung.

Sedangkan, PMI lainnya berasal dari Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sulawesi Tenggara, Jawa Tengah, Jambi, masing-masing sebanyak 2 orang. Terdapat pula 1 orang PMI masing-masing berasal dari Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara.

Suhartono menyebut nantinya seluruh proses pemulangan akan dilakukan oleh Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan Kementerian Sosial.

"Selanjutnya untuk proses pemulangan PMI sampai ke daerah asal akan dilakukan oleh BP2MI dan Kemensos," katanya.

Atas dasar pertimbangan kemanusiaan, Suhartono menyebut 145 PMI merupakan para PMI yang diprioritaskan kepulangannya. Pasalnya, 145 PMI merupakan kelompok rentan yang terdiri dari laki-laki, perempuan, anak, lansia serta mereka yang memiliki riwayat penyakit.

"Dari 145 PMI deportan itu sebanyak 92 orang laki-laki dan 53 perempuan, termasuk 6 orang balita dan lansia 1 orang," katanya.

Meskipun demikian, hingga kini Suhartono menyampaikan pihaknya belum mengetahui secara detail jumlah total keseluruhan PMIB/WNI rentan yang akan dipulangkan. Hal ini mengingat pendataan masih dilakukan oleh Perwakilan RI di Malaysia, baik KBRI KL maupun KJRI di Penang, Johor Bahru, Kuching, Kota Kinabalu, dan Tawau.

(prf/ega)