Walkot Copot Kepala BPBD Gegara Tak Update COVID Bikin Makassar Zona Oranye

Ibnu Munsir - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 16:24 WIB
Wali Kota Makassar Ramdhan Danny Pomanto (Ibnu Munsir/detikcom).
Foto: Wali Kota Makassar Ramdhan 'Danny' Pomanto (Ibnu Munsir/detikcom).
Makassar -

Wali Kota Makassar Ramdhan 'Danny' Pomanto mencopot Kepala BPBD Muhammad Rusli gegara tidak update data COVID-19 ke Pemerintah Pusat. Danny menyebut data yang tidak diupdate BPBD ke Pusat membuat Makassar berada di zona oranye, padahal kriteria Makassar sudah tak lagi zona oranye.

"Saya menemukan ada beberapa data yang tidak update. Pertama di Peduli Lindungi, kita malah di zona merah semua di Kelurahan," kata Danny di Makassar, Kamis (24/6/2021).

"Kemudian di situs resmi kita zona oranye, padahal syarat-syarat zona oranye waktu itu tidak terpenuhi sama sekali. Nah saya melihat ada ketidakupdate-an BPBD saat itu dan BPBD juga sudah kami nonjob-kan kemarin dan kami sudah ganti (Kepala BPBD Muhammad Rusli)," lanjut Danny.

Saat ini Danny sudah meminta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD yang baru untuk selalu mengupdate data COVID Makassar ke pusat.

"Plt sekarang ini saya minta segera mengupdate semua data-data yang ada. Jadi kelihatannya ada ketidakupdate-an data yang disuplai ke Pemerintah Pusat soal status oranye ini," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Danny Pomanto komplain wilayahnya dikategorikan sebagai zona oranye pandemi COVID-19 berdasarkan keputusan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Danny menilai Makassar sudah tidak memenuhi kriteria zona oranye COVID-19 karena angka penyebaran Corona yang rendah.

"Makassar memang kemarin kita itu masih zona oranye, walaupun saya sendiri sudah komplain, karena posisi-posisi Makassar itu tidak pada kriteria zona oranye," kata Danny ditemui di kediamannya di Makassar, Kamis (24/6).

Danny lalu mengungkapkan sebab Makassar tidak lagi layak disebut zona oranye COVID-19.

"Makassar hari ini walaupun masuk zona oranye, syarat-syarat zona oranye tidak memenuhi syarat. Karena zona oranye itu 3 rumah di atara 5 rumah ditemukan COVID-19," ujarnya.

Namun, Danny mengaku tidak terlalu mempermasalahkan wilayah Makassar yang masih dikategorikan zona oranye pandemi COVID-19. Sebab dia dapat menjadikan kategori zona oranye itu untuk bekerja lebih hati-hati dalam menangani COVID-19.

"Bagi saya, saya selalu berpandangan positif bahwa itu adalah bahagian daripada kita kerja ekstra hati-hati. Orange itu adalah peringatan bagi kita walaupun kriterianya tidak seperti itu, karena kriteria oranye ada dan kita tidak memenuhi kriteria itu. Tapi bagi kami tidak masalah itu bahagian dari kehati-hatian kami untuk menjaga COVID-19," tegasnya.

Sementara itu kasus kumulatif COVID-19 tercatat sebanyak 30.845 orang, dimana 29.807 orang atau 96,6% dinyatakan sembuh, 545 atau 1,8% meninggal dunia, dan 493 masih terkonfirmasi aktif terjangkit COVID.

(nvl/idh)