Bertambah 153 Orang, Kasus Corona di Pasar Tradisional Nyaris 2.000

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 13:21 WIB
Pemerintah akan menarik pajak untuk bahan pokok. Para pedagang menilai kebijakan tersebut sangat tidak pas jika dilakukan dalam kondisi pandemi COVID-19.
Ilustrasi pasar (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mengungkapkan temuan baru 153 kasus warga terinfeksi COVID-19 di 28 pasar tradisional se-Indonesia. Sepanjang pandemi COVID-19, total kasus positif di pasar tradisional nyaris mencapai angka 2.000.

"Terdapat 153 kasus baru yang ada di 28 pasar dan kasus meninggal sekitar 19 orang. Jadi jumlah total kasus positif di seluruh Indonesia menjadi 1.934," kata Ketua Bidang Asuransi dan Kesehatan Pedagang DPP Ikappi Mahin Aufa dalam keterangan tertulis, Kamis (24/6/2021).

Mahin mengatakan 1.934 temuan kasus COVID tersebar di 321 pasar. Dari ribuan yang terpapar virus Corona, 89 orang meninggal dunia. Ikappi pun menyarankan pemerintah menggalakkan penerapan protokol kesehatan (prokes) COVID-19 di lingkungan pasar.

"Kami memohon dan berharap agar terus menjaga kesehatan dan menjaga jarak, tetap pakai masker, tempat pencuci tangan juga diaktifkan kembali, protokol kesehatan dilakukan secara disiplin dan terus menjalankan apa yang menjadi tahapan-tahapan agar kita terhindar dari COVID-19," tegasnya.

Tak hanya itu, Ikappi juga berharap pemerintah tak menutup pasar tradisional selama PPKM mikro. Sebab, hal ini dapat mempengaruhi roda perekonomian di masing-masing daerah.

"Terhadap pemerintah daerah, tidak menutup pasar karena ini adalah tulang punggung ekonomi daerah. Pasar juga menjadi tempat distribusi pangan di daerah. Agar pangan tidak terganggu, pasar tetap beroperasi tetapi menjalankan protokol kesehatan dengan baik," ujarnya.

Dia juga meminta program vaksinasi di pasar tradisional se-Indonesia segera dirampungkan. Ikappi bersedia membantu pemerintah pusat dalam mendata pedagang pasar.

"Kami mohon kepada Kementerian Kesehatan untuk mempercepat vaksinasi di pasar tradisional. Karena persoalan pendataan vaksinasi menjadi terkendala, kami siap membantu Kementerian Kesehatan untuk memperkuat data pasar tradisional atau pedagang pasar agar vaksinasi itu berjalan dengan baik," ucapnya.

Simak video 'Ini 20 Wilayah Zona Merah Covid-19, Jawa Tengah Terbanyak!':

[Gambas:Video 20detik]



(idn/idn)