Stok AstraZeneca Menipis, DKI Mulai Kembali Gunakan Vaksin Sinovac

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 10:59 WIB
Ilustrasi Vaksin COVID-19
Ilustrasi vaksin COVID-19 (Foto: dok Kaspersky)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta kembali menggunakan vaksin Sinovac. Pejabat Humas Dinkes DKI Jakarta Irma Yunita mengatakan vaksin Sinovac kembali dipakai lantaran stok vaksin AstraZeneca semakin tipis.

"Iya, vaksin AstraZeneca sudah sedikit. Jadi pakai Sinovac kembali," kata Irma saat dimintai konfirmasi, Kamis (24/6/2021).

Irma menyampaikan DKI sebelumnya menerima tambahan vaksin Sinovac. Kemudian vaksin-vaksin tersebut langsung didistribusikan ke puskesmas maupun sentra vaksinasi COVID-19 yang tersebar di Jakarta.

Penyuntikan vaksin Sinovac dilakukan sejak Senin, 21 Juni 2021.

"Semua puskesmas," ujarnya.

Terpisah, Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ngabila Salama menjelaskan kini vaksin AstraZeneca hanya tersebar di beberapa titik. Sesuai ketentuan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan, penggunaan vaksin disesuaikan dengan tanggal kedaluwarsa.

"Ya tinggal beberapa saja yang masih penghabisan AstraZeneca. First in first out. Mana yang mau ED (expired date) duluan tentu dipakai. Stok DKI mengikuti yang diberikan Kemenkes," jawabnya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah memulai vaksinasi COVID-19 yang menyasar warga usia 18 tahun. Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memastikan program ini tak hanya berlaku bagi warga ber-KTP DKI.

"Baik yang ber-KTP DKI, domisili DKI atau yang bekerja di DKI. Tentu kita ingin melalui kebijakan ini orang yang berada sehari-hari di Jakarta mendapat kesempatan vaksinasi lebih dulu," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Dwi Oktaviani, saat dihubungi, rabu (9/6/2021).

Dwi mengatakan warga hanya perlu membawa KTP ke sentra vaksinasi yang ada di Jakarta. Kini dia memastikan bahwa urutan prioritas pemberian vaksin di Jakarta sudah tak berlaku lagi.

Dwi sebelumnya menyebut stok vaksin yang tersisa saat ini hanya AstraZeneca. Sebagaimana diketahui, satu botol vaksin jenis ini bisa disuntikkan kepada 10 orang.

"Satu botol vaksin bisa dipakai untuk 10 orang. Jadi jangan sampai yang datang cuma 1, terus udah 6 jam nggak ada lagi yang baru datang. Jadinya itu 1 botol vaksin ke buang, kan nggak bisa dipakai lagi," jelasnya.

Simak juga 'Said Aqil: Ini Jelas! Kita Akan Didikte Negara Produsen Vaksin':

[Gambas:Video 20detik]



(yld/imk)