KPK Hadirkan Saksi Kunci di Sidang Suap Nurdin Abdullah

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 10:12 WIB
KPK Hadirkan 2 saksi di sidang terdakwa penyuap Nurdin Abdullah, pengusaha Agung Sucipto (Hermawan/detikcom).
KPK menghadirkan dua saksi di sidang terdakwa penyuap Nurdin Abdullah, pengusaha Agung Sucipto. (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan salah satu saksi kunci kasus suap Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif Nurdin Abadullah pada sidang terdakwa pemberi suap Agung Sucipto alias Anggu. Dia adalah Nuryadi, sopir Agung Sucipto saat operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Februari lalu.

"Saksi hari ini dua orang," ujar jaksa KPK M Asri Irwan kepada detikcom, Kamis (24/6/2021).

Dua orang yang dimaksud itu ialah Nuryadi dan mantan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Sulsel.

Sementara itu, khusus untuk Nuryadi, dia merupakan sopir Anggu dan disebut sebagai salah satu saksi kunci saat Anggu bertemu dengan mantan Sekdis Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTRI) Edy Rahmat pada saat operasi tangkap tangan (OTT) KPK, 26 Februari 2021. Nuryadi sedianya dijadwalkan bersaksi pada sidang Kamis (17/6), namun saat itu tak sempat hadir.

"Ada satu yang tidak sempat diperiksa, yang pasti Nuryadi ini akan diperiksa," ujar jaksa KPK lainnya Ronald Worotikan seusai sidang pekan lalu, Kamis (17/6).

Pantauan detikcom, majelis hakim yang diketuai Ibrahim Palino mulai memasuki ruang sidang Harifin Tumpa, Pengadilan Tipikor Negeri Makassar, sekitar pukul 10.36 Wita. Ibrahim lalu menanyakan ke jaksa soal saksi hari ini.

"Hari ini kami ada dua saksi, Yang Mulia, dan sudah hadir semua," jawab jaksa KPK Zaenal Abidin, yang selanjutnya meminta kedua saksi memasuki ruang sidang.

Seperti diketahui, pada persidangan sebelumnya, mantan Sekdis PUTR Edy Rahmat menjadi salah satu saksi kunci pada persidangan sebelumnya. Edy mengungkap sejumlah fakta di persidangan.

Di antaranya pengakuan Edy ialah, Edy mengaku diminta Nurdin Abdullah meminta uang kepada Anggu. Belakangan diketahui Anggu siap memberikan Rp 2,5 miliar.

Duit yang diterima Edy dari Anggu senilai Rp 2,5 miliar tersebut memiliki peruntukannya masing-masing. Rp 1 miliar 50 juta di antaranya disebut sebagai 'uang pelicin' untuk proposal proyek irigasi di Kabupaten Sinjai.

Sementara itu, sisanya, Rp 1 miliar 450 juta, adalah uang terimakasih kepada Nurdin untuk proyek Ruas Jalan Palampang Munte Bonto Lempangan Kabupaten Sinjai. Dalam persidangan sebelumnya, proyek yang memakai dana alokasi khusus (DAK) 2019 dengan besaran anggaran Rp 15 miliar itu memang telah selesai dikerjakan oleh Anggu.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.