KPAI Minta Polisi Pemerkosa ABG Dihukum Berat: Negara Tak Boleh Kalah

Arief Ikhsanudin - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 08:40 WIB
Ketua KPAI Dr Susanto MA
Ketua KPAI Susanto (Foto: Dokumentasi 20detik)
Jakarta -

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta agar Briptu II yang diduga memperkosa gadis di Halmahera Barat, Maluku Utara (Malut) diusut tuntas. KPAI meminta agar polisi perkosa gadis dijatuhkan hukuman berat.

"Kasus ini harus diusut tuntas dan proses hukum seberat-beratnya terhadap pelaku," ujar Ketua KPAI Susanto, saat dihubungi, Rabu (23/6/2021).

Susanto pun meminta agar hukum tidak pandang bulu. Meskipun pelaku adalah penegak hukum, dia harus dijatuhi hukuman jika bersalah.

"Negara tidak boleh kalah terhadap pelaku kejahatan seksual terhadap anak," ucapnya.

Selain KPAI, kecaman juga datang dari anggota DPR RI. Anggota komisi III DPR RI Taufik Basari meminta proses hukum terhadap polisi perkosa gadis dilakukan secara terbuka.

"Saya mengecam keras kasus pemerkosaan yang dialami korban. Saya minta pelaku yang saat ini sudah menjadi tersangka, diberikan hukuman berat. Proses peradilannya harus terbuka, jangan ada yang ditutupi" jelas Taufik dalam keterangan yang diterima detikcom, Rabu (23/6/2021).

Ketua DPP NasDem itu berharap Polda Maluku Utara memeriksa jika masih ada oknum lain yang ikut terlibat. Desakan itu disuarakan Taufik, sebab peristiwa pemerkosaan terjadi di Polsek.

"Jika masih ada oknum lain yang terlibat dari institusi Polri, semua harus diberi sanksi berat, kalau perlu dilakukan pemecatan. Untuk korban, saya minta dilakukan pendampingan, hak-haknya sebagai korban harus dijaga, jangan ada tekanan dan intervensi", ungkapnya.

Diketahui, Briptu II diduga telah memperkosa gadis berusia 16 tahun di Polsek Jailolo Selatan. Aksi polisi perkosa gadis itu dilakukan Briptu II setelah dimintai tolong oleh keluarga korban yang juga polisi untuk membantu menemukan korban yang sedang kemalaman di wilayah Sidangoli, Jailolo Selatan.

Namun saat menemukan korban di sebuah penginapan, Briptu II malah menggiring korban ke Polsek Jailolo Selatan dan menginterogasi korban seolah-olah korban telah berbuat kesalahan. Padahal Briptu II seharusnya hanya membawa korban ke Polsek agar aman.

Briptu II itu sempat mengancam akan memenjarakan korban sebelum menjalankan aksi bejatnya. Ancaman dilakukan agar korban takut dan tidak berdaya.

"Ya diancam memang. Iya (korban diancam mau dipenjarakan)," kata Kabid Humas Polda Malut Kombes Adip Rojikan saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (23/6).

Simak juga 'Perampok dan Perkosa ABG di Bekasi Dijerat Pasal Berlapis':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/lir)