Kodam Gelar Vaksinasi Covid di Bali, Demi Target 230 Ribu Dosis Habis 30 Juni

Sui Suadnyana - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 01:48 WIB
Scientists are done research on vaccine in laboratory with test tubes on Covid19 Coronavirus type for discover vaccine.
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/chayakorn lotongkum)
Denpasar -

Kodam IX/Udayana melakukan serbuan vaksinasi di tiga kabupaten di Bali yakni Jembrana, Buleleng dan Tabanan. Serbuan vaksinasi dilakukan sesuai perintah Gubernur Bali untuk menghabiskan vaksin COVID-19 yang bakal kedaluwarsa usai 30 Juni mendatang.

"Itu (serbuan vaksinasi) perintah kodam IX/Udayana untuk ikut mempercepat laju kegiatan vaksinasi untuk masyarakat Bali, NTB (dan) NTT," kata Kepala Kesehatan Kodam (Kakesdam) IX/Udayana I Made Mardika kepada awak media, Rabu (23/6/2021).

"Khusus untuk Bali kemarin dan tadi juga rapat kan, Gubernur Bali meminta menghabiskan vaksin yang akan habis masa expired-nya 30 Juni. Ada 230 ribuan dosis vaksin AstraZeneca. Jadi Kodam Udayana memerintahkan Kesdam Udayana untuk membantu," lanjutnya.

Mardika mengatakan, pihaknya kini melaksanakan vaksinasi di Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana; di Kelurahan/Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng: dan di Desa Rijasa, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Selain itu, vaksinasi di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) Udayana juga tetap digencarkan.

"Itu adalah serbuan vaksinasi untuk memperbantu giat (vaksinasi) masyarakat Bali dari Kodam IX/Udayana. Terus di Mataram juga, Atambua, Kupang. Kalau khusus Bali ini mengejar target vaksinasi AstraZeneca yang masa berlakunya 30 Juni," tutur Mardika.

Mardika menargetkan semua kabupaten dan kota di Bali bisa melakukan vaksinasi sebanyak 40 ribu dosis dalam sehari. Dengan begitu, dosis yang tersisa 230 ribu itu akan habis pada 30 Juni.

Menurutnya, terdapat wilayah di Bali yang capaian vaksinasinya tinggi seperti Kabupaten Badung. Tetapi dosis vaksin masih banyak. Sementara Kabupaten lain yang masih rendah yakni Jembrana ,Bangli dan Buleleng.

Salah satu penyebab vaksinasi rendah di beberapa wilayah di Bali karena masyarakat kurang menerima informasi. Terlebih ada kabar palsu atau hoax yang beredar bahwa vaksin AstraZeneca berbahaya.

Mardika menuturkan, dalam rapat bersama dengan Gubernur Bali pihaknya telah menyampaikan bahwa tidak ada penggolongan dalam percepatan penghabisan stok vaksin tersebut. Asalkan sudah berumur 18 tahun keatas dan layak untuk divaksin maka penyutikan tersebut bakal dilakukan.

"Karena kan sama saja tergetnya 70 persen nanti kan. Targetnya kan 70 persen masyarakat Bali yang layak divaksin adalah 3 jutaan. Sekarang kan baru 70 persen dari 3 juta itu. 70 persen, (jumlahnya) 2 juta lebih lah dikit. Diharapkan vaksinasi 40 ribu per hari, 30 Juni selesai," kata dia.

Simak juga 'Wisata Berbasis Vaksin di Bali, Turis Asing Pakai Vaksin Gotong Royong':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/eva)