8 Nelayan di Sulsel Pakai Bom Ikan Berdaya Ledak Tinggi Ditangkap

Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 14:39 WIB
Barang bukti yang disita polisi dari nelayan yang ditangkap karena menggunakan bom ikan berdaya ledak tinggi (Hermawan/detikcom).
Barang bukti yang disita polisi dari nelayan yang ditangkap karena menggunakan bom ikan berdaya ledak tinggi (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Polisi menangkap delapan nelayan dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) karena menggunakan bom ikan berdaya ledak tinggi. Bahan peledak tersebut merupakan selundupan dari Malaysia.

Delapan pelaku yang ditangkap ialah Hilal (44), Agus (50), Supriadi (30), Harianto (39), Muhajja (44), Abdul Rahim (42), Masri (42), dan Rustam (33). Para pelaku ditangkap di lokasi berbeda.

"Ini berdasarkan hasil penyelidikan dari data informasi laporan yang kita kumpulkan. Jadi, sebelum dilakukan penangkapan, ini memang dilakukan lidik (penyelidikan)," ujar Kapolda Sulsel Irjen Merdisyam saat jumpa pers di Direktorat Polairud Polda Sulsel, Makassar, Rabu (23/6/2021).

Menurut Merdisyam, terungkapnya kasus ini berawal dari informasi Mabes Polri bahwa berbagai bahan peledak amonium nitrat berasal dari Malaysia kerap diselundupkan melalui Kalimantan dan bermuara di Sulawesi Selatan. Amonium nitrat tersebut terindikasi kerap diracik para nelayan untuk melakukan pengeboman ikan.

"Ini juga merupakan jaringan, bahan-bahan (peledak) ini juga didapat dari luar dari jaringan penyedia bahan-bahan bom ikan. Makanya kami bersama Mabes Polri dan Ditpolairud Polda Sulsel mengungkap para pelaku ini," ungkapnya.

Awal Mula Penyelidikan Polisi

Menindaklanjuti informasi itu, Ditpolairud Polda Sulsel mulai melakukan penyelidikan sejak Mei hingga Juni 2021. Hasilnya, polisi menangkap delapan nelayan sebagai pelaku illegal fishing pada lokasi berbeda, yakni mulai di wilayah Pulau Kodingareng, Makassar, perairan Teluk Bone, hingga pesisir Pulau Lembego, Selayar.

Selanjutnya penangkapan juga dilakukan di wilayah perairan Pulau Kalu-Kalukuang, Selat Makassar, wilayah pesisir pantai Kelurahan Pancaitana, Bone, serta di Pulau Butung-Butungan, Pangkep.

"Para pelaku yang kita amankan ini delapan tersangka semuanya dari Sulawesi Selatan, sebagai pelaku atau nelayan yang ada dan terkait dengan jaringan," ucap Merdisyam.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.