Cetak Wirausaha Muda, HK Dukung Aquaponic Greenhouse

Inkana Putri - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 13:44 WIB
Aquaponic Greenhouse
Foto: Hutama Karya
Jakarta -

PT Hutama Karya (Persero) turut mendukung pengembangan ekonomi masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Melalui Tim Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Hutama Karya menyalurkan bantuan untuk mendukung Program Aquaponic Greenhouse bagi generasi muda di Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Bantuan diserahkan langsung oleh Manager CSR/PKBL Hutama Karya Agus Kosasih kepada pengurus Pondok Pesantren Luhur Al Tsaqafah, Jagakarsa, Kamis (27/5).

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Tjahjo Purnomo mengatakan program Aquaponic Greenhouse merupakan sebuah terobosan pendidikan dan pelatihan untuk mengenal sekaligus mendalami dunia kewirausahaan melalui dunia pertanian modern.

"Dengan memanfaatkan lahan yang kecil dan teknologi yang ramah lingkungan, para santri dibekali dengan hard skill mengenai cara budidaya tanaman yang modern sehingga dapat menciptakan atmosfer wirausaha sejak dini bagi para generasi muda," ujar Tjahjo dalam keterangan tertulis, Rabu (23/6/2021).

Melalui program ini, lanjut Tjahjo, nantinya generasi muda dapat memperoleh ilmu bertani dengan teknologi yang ramah lingkungan.

Selain itu, mereka juga dapat memperluas pasar untuk mendistribusikan hasil panen ikan dan sayuran. Dengan demikian, kebutuhan sayur dan ikan di lingkungan sekitar Pondok Pesantren juga dapat terpenuhi ke depannya.

"Program ini telah mengacu pada ISO 26000 dan implementasi dari Pilar Pembangunan Ekonomi serta SDGs Nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Harapan kami bantuan ini bisa mendorong generasi muda khususnya para santri di Ponpes Al Tsaqafah untuk terus berpikir kreatif dan inovatif dengan memanfaatkan teknologi yang ramah lingkungan," pungkas Tjahjo.

Sebagai informasi, program Aquaponic Greenhouse merupakan salah satu metode alternatif untuk pelatihan dan pendidikan budidaya tanaman organik dan memelihara ikan. Program ini menggunakan air (hydro aquaponic) sebagai media untuk mengaliri zat hara yang dapat langsung diserap oleh akar tanaman.

Adapun metode tersebut mempercepat proses pertumbuhan tanaman dengan dibantu oleh pupuk organik yang berasal dari sisa pakan dan kotoran ikan dalam satu ekosistem. Dengan begitu, metode ini akan menghasilkan tanaman organik dan ikan yang lebih sehat, higienis tanpa pestisida.

Berdasarkan hasil riset IPB di tahun 2011, lahan pertanian di Indonesia 80% telah mengandung berbagai penyakit dan virus. Bahkan, hanya sekitar 20% unsur tanah yang masih bersifat organik serta terbebas dari penyakit dan virus.

Untuk mengatasi hal tersebut, para petani umumnya menggunakan bahan kimia seperti pestisida dan pupuk non-organik untuk memperoleh hasil tanam dan panen yang maksimal. Oleh karena itu, Aquaponic Greenhouse diharapkan dapat menjadi solusi untuk permasalahan tersebut.

(mul/mpr)