Preman Pengeroyok Anggota TNI di Medan Ditangkap

Datuk Haris Molana - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 16:47 WIB
Ilustrasi penganiayaan (dok detikcom)
Ilustrasi pengeroyokan (dok. detikcom)
Medan -

Polisi mengungkap kasus anggota TNI di Medan, Sumatera Utara (Sumut), yang diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah preman viral di media sosial. Polisi pun telah menangkap pelaku pengeroyokan itu.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi membenarkan soal penangkapan pelaku penganiayaan tersebut. Namun Hadi tidak menyebut lokasi penangkapan berikut jumlah total pelaku yang diamankan.

"Pelaku sudah ditangkap," kata Kombes Hadi saat dimintai konfirmasi, Selasa (22/6/2021).

Hadi menyarankan agar keterangan lebih detail ditanyakan langsung ke Polrestabes Medan.

Sebelumnya, seorang anggota TNI di Medan, Sumatera Utara (Sumut), yang diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah preman, viral di media sosial. Polisi kemudian menyelidiki persoalan tersebut.

Dilihat detikcom, Senin (21/6/2021), anggota TNI yang menjadi korban pengeroyokan diduga dilakukan oleh preman itu bernama Pratu Tumpal Tampubolon. Aksi premanisme itu diketahui terjadi di Jalan Danau Marsabut, Kecamatan Medan Barat, Jumat (18/6).

Akibat peristiwa itu, korban mengalami luka-luka karena dipukul pakai kayu dan balok oleh para preman tersebut. Warga sekitar lalu membawa korban ke RS Sufina Azis untuk mendapatkan perawatan.

Dalam keterangannya, korban menjelaskan saat itu hendak memundurkan kendaraan di Jalan Marsabut, tepatnya di depan Kompleks Danau Marsabut.

Kemudian, DMH, yang disebut-sebut sebagai preman setempat, meminta uang parkir dengan cara kasar.

"Dia tiba-tiba datang, lalu menagih uang parkir dengan cara yang kasar. Saya mulanya menanggapinya dengan santai, tapi kok lama-lama makin jadi," kata Pratu Tumpal dalam narasi tersebut.

Sempat terjadi cekcok mulut, teman DHM datang menghampiri. Tak berselang lama, Pratu Tumpal pun dikeroyok oleh para preman.

"Begitu datang kawannya, langsung saya dihajar. Seingat saya, ada kayu, balok, bahkan batu, dihantamkan orang itu sama saya," kata dia

Wakapolsek Medan Barat AKP Tina Pulitawati membenarkan terkait peristiwa tersebut. Dia mengaku penanganan kasusnya telah dialihkan ke Satreskrim Polrestabes Medan.

"Iya, memang betul, namun penanganannya dialihkan ke Satreskrim Polrestabes Medan," sebut AKP Tina saat dimintai konfirmasi.

(lir/lir)