Epidemiolog Ingatkan Sulsel Belum Terkendali Meski Zona Hijau COVID

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 11:57 WIB
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render
Foto Ilustrasi COVID (Getty Images/BlackJack3D)
Makassar -

Guru Besar Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) Profesor Ridwan Amiruddin menilai wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) belum sepenuhnya terkendali dari COVID-19 meski berada di zona hijau berdasarkan penilaian Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Keputusan pemerintah mengumumkan Sulsel berada di zona hijau akan membuat warga lengah terhadap protokol kesehatan.

"Secara provinsi menurut asesmennya Kementerian Kesehatan zonanya hijau, tapi data sebaran per kabupaten di Sulsel itu 24 kabupaten itu hanya satu yang masuk zona hijau," kata Profesor Ridwan saat dimintai konfirmasi wartawan, Selasa (22/6/2021).

Selaku ahli epidemiologi, Ridwan khawatir pelaksanaan protokol kesehatan akan semakin longgar di Sulsel.

"Dengan pengumuman Kemenkes zona hijau untuk 8 provinsi (termasuk Sulsel), itu akan memberikan dampak luar biasa kepada pelonggaran protokol kesehatan dan itu akan memicu peledakan kasus di wilayah tersebut," katanya.

Padahal, menurut Ridwan, penyebaran COVID-19 di Sulsel belum sepenuhnya terkendali. Hal itu terlihat dari positivy rate untuk kasus ini berkisar di angka 5-8 persen. Padahal untuk bisa dikatakan terkendali, positivy rate harus berada di bawah 5 persen berdasarkan rujukan WHO.

"Belum terkendali secara maksimal jika kita menggunakan indikator WHO karena 3 pekan berturut-turut di bawah 5 persen baru dianggap terkendali. Di Sulsel sendiri, belum pernah konsisten 3 pekan berturut-turut positivy rate di bawah 5 persen," terangnya.

Lebih lanjut Ridwan menyebut pertumbuhan kasus COVID-19 di Sulsel masih sangat fluktuatif. Karena itu, pemerintah dan masyarakat tidak boleh lengah karena transmisi lokal masih berjalan.

"Masih panjang perjuangan, belum lagi disiplin prokes yang cenderung mengalami penurunan di setiap wilayah," kata dia.

Terkait adanya dugaan virus Corona varian baru telah masuk Sulsel, Ridwan mengatakan hasil penelitian sampel yang dikirim ke Jakarta belum keluar. Dia menegaskan COVID-19 yang ditemukan di Sulsel saat ini masih varian lama, belum ditemukan varian baru yang banyak ditemukan Jakarta yang disebut dengan varian delta.

"Maka relatif seluruh intervensi yang dilakukan baik protokol kesehatan dan vaksin yang diberikan masih cukup efektif untuk pengendalian COVID-19 di Sulsel," ujarnya.

Simak juga 'Pemkot Makassar Bentuk Satgas Khusus Buru Warga Suspek COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]



(tfq/nvl)