e-Life

Penjelasan Olahragawan Bisa Alami Henti Jantung

dtv - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 06:45 WIB
Jakarta -

Henti jantung bisa terjadi pada siapa saja, termasuk atlet. Hal ini dapat dilihat dari kejadian yang menimpa pebulutangkis Indonesia Markis Kido dan pesepakbola Denmark Christian Eriksen baru-baru ini.

Akan tetapi, yang kemudian menjadi pertanyaan adalah mengapa atlet yang umumnya bugar secara fisik, masih bisa terkena masalah jantung? Menurut Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr. Vito Damay, terdapat banyak penyebab henti jantung.

Seseorang yang terlihat sehat pun terkadang tidak menyadari bahwa ia memiliki faktor risiko penyakit jantung.

"Biasanya atlet itu rentannya apa? Dia merasa sehat. Jadi dia tidak pernah cek bahwa dia punya kelainan jantung, atau dia punya penyakit yang memang menyebabkan dia bisa henti jantung. Nah kalau usianya masih muda, nggak menutup kemungkinan, karena kalau tekanan darahnya tinggi atau hipertensi pun terjadi di usia muda," jelas dr. Vito dalam program e-Life di detikcom.

Terdapat lima faktor risiko penyakit jantung, yaitu: hipertensi atau tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, gula darah tidak terkontrol atau diabetes, kegemukan atau obesitas, dan kebiasaan merokok.

Penyakit jantung juga biasanya terjadi kepada orang berusia di atas 40 tahun. Bagi penderita yang lebih muda, kebanyakan memiliki aritmia atau korslet jantung bawaan, atau penyakit jantung yang ia tidak sadari sebelumnya.

"Umumnya orang-orang itu aktivitas kayak biasa aja, sampai tiba-tiba terjadi hal demikian, korslet jantung yang fatal gitu maksudnya. Sebelum-sebelumnya mungkin saja ada gejala tapi karena makin lama fit fisiknya makin naik karena dia olahragawan, makin lama keluhannya makin nggak kerasa. Tapi demikian sebelumnya kalo diteliti bener-bener, dicek betul-betul, harusnya sih bisa ketemu," kata dr. Vito.


Salah satu pengecekan yang perlu dilakukan untuk mendeteksi risiko penyakit jantung adalah kadar kolesterol. Pada orang berusia muda, biasanya kolesterol yang tinggi tidak menyebabkan munculnya gejala apapun, sehingga henti jantung bisa terjadi tiba-tiba karena tidak pernah ada pencegahan sebelumnya.

(gah/gah)