Kimia Farma Berhasil Kirim Vaksin ke LNG Tangguh di Teluk Bintuni Papua

Nadhifa Sarah Amalia - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 21:43 WIB
Kasus COVID-19 Melonjak, Efikasi Vaksin Sinovac Kembali Dipertanyakan
Foto: DW (News)
Jakarta -

PT Kimia Farma Tbk. melalui PT Kimia Farma Diagnostika berhasil mendistribusikan vaksin hingga ke Kilang Tangguh LNG di Teluk Bintuni, Papua Barat. Vaksin tersebut akan diberikan ke 14.800 pekerja LNG secara bertahap.

Direktur Utama PT Kimia Farma Apotek Nurtjahjo Walujo Wibowo mengungkapkan, distribusi vaksin dan kegiatan vaksinasi ke wilayah timur Indonesia cukup menantang jika dibandingkan dengan vaksinasi karyawan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek). Hal tersebut dikarenakan mobilisasi vaksin dan tenaga kesehatan serta Bahan Medis Habis Pakai harus menggunakan berbagai moda transportasi, yaitu udara, darat, dan laut untuk ke tempat gas alam di remote area tersebut.

"Alhamdulillah, kami bisa melewati seluruh tantangan itu. Kualitas vaksin tetap terjaga dengan baik dan kegiatan vaksinasi di Papua Barat bisa dilaksanakan dengan lancar. Kami sangat bangga dapat memberikan pelayanan vaksinasi terhadap para pekerja di Kilang Tangguh LNG yang merupakan remote area sekaligus di mana terdapat proyek pembangunan Train 3 yang merupakan proyek strategis nasional. Ini sebagai bentuk komitmen Kimia Farma Group dalam mendukung upaya pemerintah mempercepat terbentuknya herd immunity (kekebalan komunal) dan pemulihan ekonomi nasional," ujar Nurtjahjo, dalam keterangan tertulis, Senin (21/6).

Hal tersebut ia ungkapkan saat meninjau langsung kegiatan vaksinasi pekerja di Kilang Tangguh LNG, Teluk Bintuni, Papua Barat, Senin (21/6). Adapun stok vaksin sudah tiba sejak Minggu (13/6).

PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) secara bertahap mendatangkan vaksin Sinopharm untuk kebutuhan total vaksinasi 14.800 pekerja Kilang Tangguh LNG. Plt. Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika Agus Chandra yang mendampingi Nurtjahjo dalam melihat langsung kegiatan vaksinasi di lokasi Kilang LNG Tangguh, menuturkan KFD berkomitmen menjalankan vaksinasi para pekerja Kilang Tangguh LNG sebagai salah satu proyek strategis nasional (PSN).

"Setelah mendukung herd immunity di sektor manufaktur, perbankan, media dan lainnya, kini KFD mendukung kekebalan komunal di sektor oil and gas yang lokasinya berada di timur Indonesia. Kesehatan dan imunitas pekerja Kilang Tangguh LNG perlu dijaga melalui vaksinasi sehingga dapat menyelesaikan proyek strategis ini sesuai dengan target yang ditetapkan pemerintah," ujarnya Agus.

Menurutnya, sektor energi memiliki peranan sangat penting dalam mendukung perekonomian dan pembangunan nasional. Oleh karena itu, vaksinasi terhadap pekerja diharapkan dapat menjaga kelancaran kegiatan hulu migas.

"Kami siap mendukung perusahaan migas dalam penyuntikan vaksin untuk para karyawannya," ungkapnya.

Keduanya didampingi oleh Vice President bp Indonesia, bp Asia Pacific, Hardi Hanafiah dan head of Communication and advocacy bp Indonesia Desy Unidjaja.

Kilang Tangguh LNG dioperasikan bp Indonesia sejak 2009 di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Kilang Tangguh LNG terdiri atas dua unit dengan kapasitas 7,6 juta ton per tahun (Mtpa) dari Train 1 dan 2. Saat ini tengah berlangsung pembangunan Train 3 dengan kapasitas 3,8 Mtpa sehingga total kapasitas Kilang Tangguh LNG akan bertambah menjadi 11,4 Mtpa.

"Mewakili seluruh pekerja Tangguh LNG, kami mengapresiasi kerja sama dari Kimia Farma sejak tahap perencanaan, pendistribusian vaksin hingga pelaksanaan vaksinasi bagi pekerja di Kilang Tangguh LNG dapat terlaksana dengan lancar. Tentunya hal tersebut tidak terlepas juga dari dukungan yang bp sudah terima selama ini dari SKK Migas, Pemerintah Provinsi Papua Barat, Pemerintah Kabupaten Bintuni, serta Tim Satuan Tugas COVID-19 di tingkat pusat dan daerah," ujar Hardi Hanafiah.

Desy Unidjaja menambahkan, harapannya agar kerja sama tersebut dapat terus terjalin hingga seluruh pekerja di Tangguh dapat terlindungi dari COVID-19 melalui vaksinasi.

"Sebagai salah satu proyek strategis nasional, kami bertanggung jawab untuk menjaga keberlangsungan dan keselamatan dalam kegiatan operasional Kilang Tangguh LNG serta dalam proyek Train 3 di Tangguh LNG. Oleh karena itu, merupakan perhatian kita bersama untuk melindungi seluruh pekerja, sekaligus membantu Indonesia meraih herd immunity," harap Desy.

Adapun pengiriman vaksin dari National Distribution Centre (NDC) Kimia Farma dilakukan di wilayah Pulogadung, Jakarta Timur hingga ke Kilang Tangguh LNG harus menempuh perjalanan darat, udara, dan laut.

Sekitar pukul 22.00 WIB pada Jumat malam (11/6), 41 boks khusus (isolation box) ukuran sekitar 50 cm x 70 cm berwarna putih mulai dikeluarkan dari NDC Kimia Farma di wilayah Pulogadung untuk dibawa ke Bandara International Soekarno Hatta. Isolation box merupakan kotak khusus yang memenuhi ketentuan suhu tertentu, 2°-8° Celcius, sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Kesehatan, guna menjaga keamanan dan kualitas vaksin.

Setelah sampai di bandara, 41 isolation box (koli) itu dikemas ke dalam bagasi untuk diterbangkan menuju Bandara Pattimura, Ambon. Tiba di Bandara Ambon sekitar pukul 07.10 WIT. Para tenaga kesehatan (vaksinator) transit, kemudian pukul 09.30 WIT terbang lagi dengan pesawat ATR menuju Bandara Babo di Teluk Bintuni, Papua Barat. Tiba di Bandara Babo pukul 11.00 WIT dan menggunakan mobil menuju Dermaga Babo sekitar 10 menit.

Tidak mudah membawa vaksin, obyek vital yang harus tetap aman dan terjaga kualitasnya pada suhu 2°-8° Celcius. Selanjutnya Tim Kimia Farma dan 41 boks vaksin Sinopharm diangkut menggunakan speed boat menuju tempat berlabuh yang disebut Combo Dock, selama 30 menit, di mana saat itu boat berjibaku dengan ombak yang cukup tinggi. Kru tenaga kesehatan dan vaksin pun akhirnya tiba di lokasi penghasil gas terbesar di Indonesia setelah menempuh perjalanan sekitar 15 jam.

Tidak mudah melewati perjalanan panjang melalui jalur darat, udara, dan air tersebut dengan membawa obyek vital, yaitu vaksin, karena bak bayi yang harus di-treatment secara khusus dan sangat berhati-hati. Tangguh LNG yang dioperasikan bp Indonesia merupakan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) pertama di wilayah timur Indonesia yang mendapatkan alokasi vaksin Gotong Royong.

Setelah vaksin Sinopharm Batch I sebanyak 500.000 dosis untuk Vaksinasi Gotong Royong, kini telah datang Batch II Vaksin Sinopharm sebanyak 1 juta dosis pada Jumat (11/6). PT Bio Farma (Persero) bekerja sama dengan perusahaan swasta dan badan usaha milik negara (BUMN) telah menggelar Vaksinasi Gotong Royong sejak 18 Mei 2021.

Vaksin Sinopharm Batch I diprioritaskan untuk vaksinasi karyawan perusahaan manufaktur dan perbankan di wilayah Jabodetabek. Sementara itu, Batch II sebanyak 1 juta dosis mulai merambah ke luar Jabodetabek, termasuk wilayah timur Indonesia.

Bio Farma menugaskan PT Kimia Farma Tbk untuk pengadaan, pendistribusian serta pelaksanaan untuk Vaksinasi Gotong Royong berkoordinasi dengan Kadin Indonesia serta bekerja sama dengan pihak swasta dalam pendistribusian vaksin serta pelaksanaan vaksinasi. Sementara itu, Kimia Farma menugaskan cucu usahanya PT Kimia Farma Diagnostika untuk pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong.

Agus Chandra menjelaskan, pengadaan dan pendistribusian vaksin memiliki persyaratan tertentu yang sudah ditetapkan Kementerian Kesehatan.

"Untuk wilayah Jabodetabek tidak menemukan kendala, tetapi untuk wilayah timur Indonesia sepertinya cukup menantang dalam proses distribusi vaksin, karena harus tetap dipastikan vaksin itu terjaga kualitasnya pada suhu 2-8 derajat celcius. Kami melakukan vaksinasi ke perusahaan oil and gas di wilayah timur Indonesia," ujar Agus.

KFD mendistribusikan vaksin Sinopharm sekaligus memberikan Fasilitas Pelayanan Kesehatan (fasyankes) ke Indonesia timur. Distribusi ke wilayah timur Indonesia akan memiliki kesulitan tersendiri. Namun, menurutnya, KFD optimistis dengan tim yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia akan sanggup melewati berbagai tantangan tersebut.

Dia menambahkan, Kimia Farma menggunakan platform digital, Kimia Farma Mobile, official partner dari Kemenkes yang sudah terintegrasi dengan Sistem Satu Data. Agus Chandra menambahkan bahwa KFD memiliki keunggulan lainnya, yaitu pelayanan vaksinasi on site sehingga perusahaan tetap bisa melakukan rutinitas sehari-hari.

"Vaksinasi on site, kami mendatangi lokasi perusahaan dan mendatangkan tim vaksinator dan pendukung logistik serta proses vaksinasinya. Dari beberapa kali pelaksanaan, rekor sampai 5.000 orang di beberapa titik per hari untuk beberapa perusahaan. Jumlah itu akan kami tingkatkan tergantung ketersediaan tempat. Intinya kami sangat mendukung Vaksinasi Gotong Royong agar lebih cepat dilaksanakan, tertib, dan transparan sehingga warga Indonesia mendapatkan vaksin," pungkas Agus.

(prf/ega)