Desakan Jakarta Lockdown Menggema, Ini Fakta Kasus Corona Ibu Kota

Tim detikcom - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 19:30 WIB
Desakan Jakarta Lockdown Menggema, Ini Fakta Kasus COVID di Ibukota
Desakan Jakarta Lockdown Menggema, Ini Fakta Kasus COVID di Ibukota/ilustrasi (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Desakan agar Jakarta lockdown menggema dari berbagai pihak. Diketahui kasus Corona di Ibu Kota memang terus melonjak dalam beberapa waktu terakhir.

detikcom merangkumkan fakta-fakta kasus COVID di Jakarta berikut ini:

Desakan Jakarta Lockdown: Kasus Harian di Angka 5 Ribu

Per hari ini, 21 Juni 2021, kasus harian Corona masih di angka 5.014 kasus. Hanya turun 500-an kasus dibanding hari sebelumnya.

Menurut data yang dipublikasikan BNPB, kasus corona Jakarta hari ini merupakan yang terbanyak di antara provinsi lainnya. Sementara itu, kasus Corona nasional kini mencapai 2.004.445 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 147.728 merupakan kasus aktif.

Kasus COVID-19 di RI yang ditemukan hari ini merupakan yang terbanyak selama pandemi. Hari ini, ditemukan sebanyak 14.536 kasus Corona di seluruh Indonesia.

Desakan Jakarta Lockdown: Ratusan Anak Positif Corona dalam Sehari

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia dalam keterangannya menjelaskan ratusan anak di Jakarta turut terpapar COVID-19. Total ada 655 kasus Corona pada usia 6-18 tahun dan 244 kasus Corona ditemukan pada balita. Sementara 4.261 kasus Corona terkonfirmasi berasal dari usia 19-59 tahun. Lalu ada 442 kasus di usia 60 tahun ke atas.

"Untuk itu, kami mengingatkan warga untuk menghindari keluar rumah membawa anak-anak," kata Dwi dalam keterangannya, Minggu (20/6/2021).

Rusun Nagrak Cilincing disiapkan sebagai antisipasi lonjakan COVID-19 di Jakarta. Ada 2.500 bed yang bisa digunakan pasien isolasi Corona.Rusun Nagrak Cilincing disiapkan sebagai antisipasi lonjakan COVID-19 di Jakarta. Ada 2.500 bed yang bisa digunakan pasien isolasi Corona. Foto: Agung Pambudhy

Desakan Jakarta Lockdown: Keterisian Isolasi Capai 90 Persen

Desakan Jakarta untuk lockdown didasarkan atas kondisi keterisian tempat tidur di Rumah Sakit (RS) rujukan COVID-19. Per hari ini, keterisian mencapai 90 persen.

"Saat ini ada 90 persen keterpakaian tempat tidur isolasi di Jakarta, sedangkan ICU 81 persen," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (21/6/2021).

Namun rencananya akan ada penambahan tempat tidur di RS COVID. Diketahui saat ini, DKI memiliki 106 RS rujukan pasien COVID-19 dan 13 RS di antaranya khusus melayani pasien COVID-19.

"Sebelumnya di posisi awal bulan ini adalah sekitar 8.000, sekarang sudah mencapai 9.000 lebih ya, jadi kalau total dengan ICU lebih 10.000 ya," jelasnya.

Sementara itu,tempat isolasi pasien COVID-19 tak bergejala di sejumlah wisma juga dinyatakan penuh.

Keterisian kamar operasi atau OK khusus pasien COVID-19 juga sudah penuh. Dilansir situs dinkes.jakarta.go.id, ketersediaan bed OK khusus COVID-19 per pukul 10.15 WIB sempat nol persen dari kapasitas total 18 bed. Kemudian, per pukul 13.11 WIB meningkat menjadi 5% dari kapasitas total 19 bed.

Widyastuti menjelaskan keterisian kamar isolasi cenderung fluktuatif. Untuk itu, pihaknya telah menginstruksikan masing-masing RS menambah kapasitas ruang operasi sesuai kebutuhan.

Desakan Jakarta Lockdown: Pemprov Godok Aturan Perketat PPKM Mikro

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan Pemprov DKI Jakarta sedang menggodok aturan baru untuk memperketat penerapan PPKM Mikro. Rencananya aturan tersebut akan segera diumumkan Gubernur DKI Anies Baswedan.

Untuk menyusun kebijakan baru, Pemprov juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Nantinya aturan ini akan memuat berbagai kebijakan, baik pengaturan tempat wisata maupun pusat perbelanjaan.

"Ya pokoknya semua dengan aturan dan ketentuan yang ada dengan situasi fakta data, perlu ada kebijakan yang komprehensif yang baik yang cepat terkait pencegahan penanganan dan pengendalian. Apapun nanti kebijakannya yang sudah kami bahas di internal akan nanti segera disusun ketentuan, aturan, dan regulasinya, Pergub dan lain sebagainya akan segera diumumkan oleh Pak Gubernur, Pak Anies ya," tegasnya.

Ketua Wantim IDI Dorong Pemerintah Indonesia Lockdown 2 Minggu

Ketua Dewan Pertimbangan PB IDI Prof Dr dr Zubairi Djoerban menuliskan cuitannya soal dorongan mewujudkan kebijakan lockdown di Indonesia, merujuk pada kondisi melonjaknya kasus COVID-19. Lockdown bisa dilaksanakan selama dua minggu guna memperlambat penyebaran kasus.

"Saran saya. Lebih bijaksana bagi Indonesia untuk terapkan lockdown selama dua minggu," kata Prof Dr dr Zubairi Djoerban, dalam cuitannya di Twitter, Senin (21/6/2021).

"Untuk apa? Memperlambat penyebaran, meratakan kurva, menyelamatkan fasilitas kesehatan, dan yang pamungkas: menahan situasi pandemi jadi ekstrem--yang akan membahayakan lebih banyak nyawa," lanjutnya.

Desakan Jakarta Lockdown: Pembatasan di 10 Titik Dimulai Malam Ini

Polda Metro Jaya bersama Pemprov DKI Jakarta memberlakukan pembatasan mobilitas. Ada 10 titik di DKI Jakarta yang akan melakukan pembatasan terhitung mulai malam nanti mulai pukul 21.00 hingga 04.00 WIB.

"Ada 10 titik yang akan kami lakukan pembatasan. Saya ulangi lagi pembatasan. Jangan nanti dipeleseti lagi nanti dibilang lockdown segala macam. Ini tidak ada lockdown. Ini pembatasan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat konferensi pers, Senin (21/6/2021).

Simak video 'Bukan Lockdown, Pemerintah Perpanjang PPKM Mikro hingga 5 Juli':

[Gambas:Video 20detik]



(izt/imk)