Corona di DKI Naik Tinggi, Kapolri Minta Pemprov Siapkan 31 Lokasi Isolasi

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 14:58 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Kepala BNN Kepala BNN RI Komjen Pol Petrus Reinhard Golose menunjukkan barang bukti sabu di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/4/2021). Kepolisian berhasil mengamankan 2,5 Ton Sabu senilai Rp 1,5 T jaringan internasional.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Kasus positif virus Corona atau COVID-19 di DKI Jakarta melonjak drastis beberapa hari terakhir. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta Pemprov DKI menyiapkan 31 lokasi untuk isolasi mandiri.

"Untuk wilayah DKI kita tahu angkanya mencapai 4.800 kasus harian sehingga kita laksanakan penguatan PPKM mikro, yang kita laksanakan antara lain memperkuat testing dan tracing. Tentunya ini akan berdampak terhadap penambahan jumlah pasien yang ada di Wisma Atlet," ujar Sigit dalam jumpa pers virtual yang ditayangkan di YouTube Setpres, Senin (21/6/2021).

Sigit mengatakan 31 lokasi isolasi mandiri terpadu itu diperlukan sebagai antisipasi penuhnya Wisma Atlet. Dia mengatakan Pemprov DKI bisa menyiapkan lokasi isolasi itu di berbagai tempat, salah satunya hotel.

"Oleh karena itu, kami imbau pemda, kepada rekan-rekan untuk bisa ikut segera merealisasikan 31 wilayah yang akan digunakan untuk kegiatan isoman terpadu. Termasuk di wilayah Nagrak, Pasar Rumput, dan tempat-tempat lain," katanya.

"Termasuk apabila diperlukan hotel-hotel yang bisa dipersiapkan menjadi tempat isoman, karena ini tentunya sangat diperlukan pada saat terjadi penguatan tracing dan testing," sambung Sigit.

Sigit berharap jumlah kasus COVID-19 di Jakarta bisa segera turun. Dia mengatakan langkah memperbanyak tempat isolasi mandiri ini juga dilakukan di wilayah lain.

"Harapan kita dengan berbagai model yang kita laksanakan di Riau, Kudus, Bangkalan, maka model ini pun kita harapkan bisa memberikan hasil maksimal dan segera bisa turunkan laju pertumbuhan angka COVID-19," tutupnya.

Sebelumnya, pemerintah menyatakan bakal memperketat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Pengetatan itu akan dilakukan mulai besok, 22 Juni, hingga 5 Juli mendatang.

"Terkait dengan penebalan atau penguatan PPKM Mikro. Arahan Bapak Presiden tadi untuk melakukan penyesuaian diri akan berlaku mulai besok tanggal 22 sampai 5 Juli 2 minggu ke depan," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto seusai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam jumpa pers virtual, Senin (21/6).

(haf/haf)