Otak Pembunuh Pria Mayatnya Dibakar di Maros Muncikari Prostitusi Anak

Hermawan Mappiwali - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 12:33 WIB
Polda Sulsel merilis kasus mayat dibakar di Maros, Sulsel.
Polda Sulsel merilis kasus mayat dibakar di Maros, Sulsel. (Taufik/detikcom)
Makassar -

Otak pelaku pembunuhan pria yang mayatnya dibakar di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), Muhammad Anwar alias Amin ternyata seorang muncikari yang melacurkan anak di bawah umur. Selain muncikari, Amin seorang pencinta sesama jenis.

Profesi Amin selaku muncikari anak di bawah umur terungkap setelah polisi menangkap Amin dan komplotannya 8 orang yang membunuh dengan sadis Riyan, pria yang mayatnya dibakar di Maros.

"Dalam pemeriksaan diperoleh keterangan mereka di Hotel Wisata (tempat Riyan dibunuh) itu atas instruksi tersangka utama, Muhammad Anwar alias Amin. Jadi setelah didalami, Amin ini ternyata adalah muncikari, makanya dibilang penjualan anak di bawah umur. Dia biasa menjajakan anak-anak di bawah umur untuk dijual, diperjualbelikan, (baik anak) laki-laki dan perempuan," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan kepada detikcom di kantornya, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Senin (21/6/2021).

Zulpan menambahkan, secara pribadi, Amin merupakan pria yang menyukai sesama jenis, yang menjalin kasih bersama korban Riyan. Sebelum pembunuhan, Amin-lah yang menjemput Riyan di rumahnya di Kabupaten Gowa.

"Waktu dia jemput Rian di rumahnya memang dia ada janjian ketemu. Dia bilang ke keluarga Rian mau ke Malino 1 sampai 2 hari biar kesannya pergi agak lama. Tapi ternyata ke Hotal Wisata (kawasan Losari, Makassar)," ujar Zulpan.

Niat Amin membunuh Rian kemudian muncul saat perjalanan dari rumah Rian menuju Hotel Wisata, Makassar. Saat itu Amin membaca percakapan Rian dan laki-laki lain di media sosial.

"Dalam perjalanan dia ambil handphone-nya si Rian dia baca di situ WA, Facebook, semuanya. Ditemukan ada komunikasi Rian sama laki-laki lain. Jadi karena ada indikasi selingkuh inilah yang membuat Amin marah kemudian cekcok, sampai di Hotel Wisata juga cekcok," ungkap Zulpan.

Amin, yang terbakar cemburu dan sakit hati atas tingkah Rian, lantas menelepon komplotannya untuk menuju Hotel Wisata Makassar. Amin diketahui sebagai ketua dari komplotan ini, yang kerap menjual dan melacurkan anak di bawah umur.

"Kemudian ada 8 tersangka itu, mereka itu mengaku diminta oleh Amin ini untuk datang. Jadi boleh dikatakan Amin ini ketua gengnya lah dalam permuncikarian ini," paparnya.

Amin dan komplotannya lantas mengeroyok Rian secara membabi buta di Hotel Wisata, Makassar. Korban yang tidak berdaya kemudian tewas.

Sadisnya, para pelaku lantas berupaya menghilangkan jejak pembunuhan dengan membuang dan membakar mayat Rian di Kabupaten Maros.

(nvl/idh)