Kabareskrim: Paspor Palsu Buron Adelin Lis Terbit 2017

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 12:26 WIB
Adelin Lis Dipulangkan ke Indonesia, Ini fakta-faktanya!
Adelin Lis (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Bareskrim Polri berkoordinasi dengan Ditjen Imigrasi mengusut pemalsuan paspor oleh buron kasus pembalakan liar, Adelin Lis. Setelah ditelusuri, Polri mendapati paspor palsu yang digunakan Adelin atas nama Hendro Leonardi sudah diterbitkan sejak 2017 lalu.

"Kita minta info paspor yang digunakan yang bersangkutan. Sudah dikirim, terbit 2017. Lanjut kita koordinasi dengan Ditjen Imigrasi," ujar Kabareskrim Komjen Agus Andrianto melalui pesan singkat, Senin (21/6/2021).

Agus membeberkan pihaknya berkoordinasi dengan Imigrasi untuk mendalami data palsu di paspor yang digunakan Adelin. Bahkan, kata Agus, Bareskrim juga berkoordinasi dengan Senior Liaison Officer (SLO) Polri di Singapura untuk mengusut kasus itu.

"Kita akan koordinasi dengan Imigrasi untuk dalami data palsu di paspor yang digunakan yang bersangkutan, dibuat di mana, bagaimana proses penerbitannya," katanya.

"Dirtipidum (Brigjen Andi Rian Djajadi) sudah berkoordinasi dengan SLO Polri di Singapura terkait masalah tersebut. Kami tunggu pelimpahan masalah paspor yang bersangkutan dari Kejagung (dengan koordinasi pelaksanaannya)," imbuh Agus.

Diketahui, Adelin Lis terlibat kasus pembalakan liar. Dia kemudian dijatuhi hukuman 10 tahun penjara pada 2008. Adelin melarikan diri dengan memalsukan paspor.

"Adelin Lis terlibat kasus pembalakan liar dan dijatuhi hukuman 10 tahun serta bayar denda lebih Rp 110 miliar oleh Mahkamah Agung pada 2008. Namun ia melarikan diri dan kemudian memalsukan paspor dengan menggunakan nama Hendro Leonardi," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam keterangannya, Rabu (16/6).

Menurut Leonard, Adelin bukan kali ini saja kabur. Pada 2006, dia pun pernah melakukannya dengan cara memukul petugas.

Paspor palsu Adelin Lis terbongkar oleh Imigrasi Singapura pada 2018. Kala itu, sistem imigrasi Singapura menemukan data yang sama untuk dua nama yang berbeda.

"Pihak Imigrasi Singapura kemudian mengirimkan surat kepada Atase Imigrasi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura untuk memastikan apakah dua nama yang berbeda itu sebenarnya merupakan sosok yang sama," ujar Leonard.

Simak video 'Jaksa Agung Beberkan Proses Adelin Lis Diboyong ke Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/gbr)