Kasus COVID-19 Melonjak, Lapangan Puputan Badung Denpasar Digaris Polisi

Sui Suadnyana - detikNews
Senin, 21 Jun 2021 10:03 WIB
Jakarta -

Lapangan Puputan Badung, Denpasar, Bali, ditutup akibat melonjaknya kasus virus Corona (COVID-19). Area lapangan tersebut dipasangi garis polisi sebagai tanda masyarakat tidak boleh masuk.

"Jadi untuk sementara tempat di Lapangan Puputan Badung kami tutup sementara," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, kepada detikcom di ruang kerjanya, Senin (21/6/2021).

Pantauan detikcom di lokasi, Lapangan Puputan Badung saat ini telah dipasangi beberapa spanduk warna putih bertulisan 'Areal Lapangan Puputan Badung DITUTUP sampai batas waktu yang belum ditentukan. Masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di areal tersebut, kecuali petugas. Kasadaran masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah penyebaran COVID-19'.

Selain itu, garis polisi berwarna kuning melintang mengelilingi pinggir lapangan serta tempat bermain anak dan fitness. Area parkir barat lapangan juga ditutup menggunakan pembatas berwarna oranye dari Dinas Perhubungan Kota Denpasar.

Dewa Rai menjelaskan penutupan tersebut dilakukan karena pihaknya melihat tren lonjakan kasus Corona di Kota Denpasar dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, kasus COVID-19 di Kota Denpasar sempat menyentuh angka dua digit.

Kasus positif harian awalnya meningkat dari 13 kasus menjadi 15 kasus dan langsung melonjak ke 54 kasus. Terakhir pada Minggu (2/16/2021), terdapat kasus positif sebanyak 24 orang.

"Dan itu setelah kita cek memang ada beberapa klaster, ada klaster perkantoran, kemudian ada klaster pekerja konstruksi. Ini yang notabene pekerja konstruksi ini yang baru datang dari daerah asalnya, yang sebagian besar berasal dari luar Bali," jelas Dewa Rai.

Karena itu, pihaknya di Satgas Penanganan COVID-19 di Kota Denpasar mengambil langkah-langkah antisipasi untuk menekan terjadinya lonjakan Corona ataupun penyebaran virus yang lebih luas. Salah satunya menutup Lapangan Puputan Badung.

"Karena kita ketahui bahwa di Lapangan Puputan Badung itu biasanya terjadi banyak kerumunan warga yang datang ke Lapangan Puputan Badung, biasanya sore hari itu sangat ramai sekali," terangnya.

Lapangan Puputan Badung Denpasar, Bali ditutup usai lonjakan kasus virus Corona (COVID-19).Lapangan Puputan Badung Denpasar, Bali, ditutup usai lonjakan kasus virus Corona (COVID-19). (Sui Suadnyana/detikcom)

Dia belum bisa memastikan sampai kapan fasilitas publik tersebut bakal ditutup. Dewa Rai mengaku bakal melakukan evaluasi ke depannya.

"Jadi memang belum bisa kami pastikan sampai kapan, tapi yang jelas kita ingin mengajak masyarakat untuk bisa memaklumi dan sementara tidak datang ke lapangan Puputan Badung," pintanya.

Selain Lapangan Puputan Badung, Satgas Penanganan COVID-19 Kota Denpasar bakal mengevaluasi keberadaan tempat publik lainnya, seperti Taman Kota Lumintang. Pihaknya juga melakukan rapid test antigen secara acak di berbagai titik keramaian sebagai upaya mencegah lonjakan Corona.

Lapangan Puputan Badung Denpasar, Bali ditutup usai lonjakan kasus virus Corona (COVID-19).Lapangan Puputan Badung Denpasar, Bali, ditutup usai lonjakan kasus virus Corona (COVID-19). (Sui Suadnyana/detikcom)

"Rencana nanti sore kalau tidak ada halangan kita juga akan melakukan rapid test antigen di tempat tersebut," tuturnya.

Dewa Rai pun mengimbau mengajak masyarakat Kota Denpasar selalu waspada dan meningkatkan disiplin untuk protokol kesehatan. Dengan begitu, diharapkan bisa terhindar dari paparan COVID-19.

"Jadi kami mengajak partisipasi seluruh masyarakat karena keberhasilan dalam penanganan COVID-19 sangat dibutuhkan tingkat partisipasi dan kontribusi dari kita semua," ajak Dewa Rai.

(aik/aik)